Surabaya (KN) – Pembangunan lanjutan proyek MERR II C kembali bermasalah, proyek jalan MERR di kawasan Helurahan Kedung Baruk dan Penjaringan Sari, Kecamatan Rungkut Surabaya, yang dibiayai dana APBN ratusan miliar itu kini kembali diblokir warga.Ratusan warga RW 02, Kelurahan Penjaringansari, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, memblokir pengerjan lanjutan proyek Middle East Ring Road (MERR), tepatnya di kawasan Penjaringan Sari-Pandugo, Sabtu (23/6) sekitar pukul 15.30 WIB. Warga yang berjumlah sekitar 150 orang itu menuntut Pemkot Surabaya memenuhi keinginan mereka.
“Kami tidak muluk-muluk, tidak juga minta duit. Kami hanya meminta
Pemkot agar memberi kompensasi membangun balai RW dan gapura untuk pemukiman kami,” ujar Slamet Ratmoyo, ketua RW 02 Penjaringan Sari.
Menurut Slamet, ada 202 meter persegi fasilitas umum (fasum) warga yang ‘dikorbankan’ untuk proyek MERR. “Gedung balai RW dan gapura itu kompensasi dari saluran air serta jalan kampung yang terdampak sekaligus dimanfaatkan proyek,” imbuhnya.
Sudah setahun ini warga menunggu Pemkot untuk membangun balai RW dan gapura. Namun, hingga kini permintaan warga tak juga dikabulkan.
Warga kecewa juga dengan sikap Pemkot yang tidak pernah mengajak mereka rembug sebelum pengerjaan proyek. Padahal, proyek ini memakan fasum yang selama ini mereka manfaatkan.
“Kami akan blokir dengan mengerahkan seluruh warga tanpa batas waktu yang ditentukan,” timpal Juli Agus, pengurus kampung setempat. (anto)
Foto : Ilustrasi pembangunan proyek MERR II C
