Surabaya, mediakorannusantara.com-Sinergi Gula Nusantara (SGN) mempertegas komitmennya dalam mendukung visi besar pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada gula nasional yang berkelanjutan.
Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyampaikan di Surabaya bahwa penguatan ini akan difokuskan pada peningkatan produktivitas tebu, efisiensi industri, serta kolaborasi erat dengan petani dan pemangku kepentingan terkait.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya meneruskan estafet keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan nasional pada tahun 2025, yang dipandang sebagai tonggak fundamental bagi kedaulatan bangsa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam upaya mencapai target tersebut, Jawa Timur memegang peranan krusial karena Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan 50 persen produksi tebu nasional tahun ini berasal dari wilayah tersebut.
Pemerintah juga mengambil kebijakan strategis dengan tidak melakukan impor gula putih pada tahun ini sebagai bukti nyata kemandirian sektor gula.
PT SGN sendiri telah menetapkan target produksi yang ambisius untuk tahun 2025, yakni menghasilkan 1,012 juta ton Gula Kristal Putih (GKP) dan menggiling sekitar 13,5 hingga 13,6 juta ton tebu melalui strategi optimasi lahan dan pendampingan intensif bagi para petani.
Guna mendukung peningkatan gula rafinasi dan produktivitas secara menyeluruh, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,6 triliun pada tahun 2025.
Dana tersebut diperuntukkan bagi program bongkar ratoon pada lahan seluas 100 ribu hektare, yang juga direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ini.
Sinergi antara kebijakan anggaran pemerintah dan langkah operasional SGN ini diharapkan mampu memperkokoh posisi Indonesia sebagai negara yang mandiri secara pangan dan sejahtera secara ekonomi.( wa/ar)
