KORAN NUSANTARA
hukum kriminal indeks

Setelah Periksa Musyafak dan Ahmad Suyanto, Polisi Akan Periksa Semua Anggota DPRD Surabaya

polriSurabaya (KN) – Penyidikan kasus dugaan korupsi dana Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Surabaya tampaknya tidak akan menyeret semua anggota dewan. Sebab dalam dua Bimtek yang dianggap bermasalah oleh polisi tercatat ada 17 orang yang tidak mengikuti acara itu sebagaimana mestinya.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, ke-17 orang itu rinciannya 13 orang tidak ikut bimtek di Bandung. Dan sisannya 4 orang tidak mengikuti Bimtek di Jakarta. Seperti diketahui, polisi kini memang sedang mendalami dua kegiatan Bimtek yang dianggap tidak sesuai pertanggungjawabanya.
Dua kegiatan bimtek itu yakni workshop dengan tema Manajemen Arus Kas Daerah yang diselenggarakan di Jakarta. Selain itu, ada juga workshop dengan tema Teknik Public Speaking yang diselenggarakan di Bandung. Polisi mensinyalir pada dua kegiatan Bimtek itu didalamnya terdapat pelanggaran hukum.
Menurut sumber yang tak mau disebutkan namanya, seharusnya Bimtek yang diselenggarakan di Bandung itu diikuti oleh 37 orang anggota DPRD Surabaya. namun dari jumlah itu yang hadir hanya 24 angota dewan. Sementara pada workshop di Jakarta, harusnya ada 41 anggota yang hadir tapi kenyataannya hanya diikuti 37 orang. ’’Orang-orang (anggota dewan) yang tidak ikut itulah yang bakal dipanggil satu persatu oleh polisi,’’ ujar sumber tersebut.
Lanjutnya, selain bakal memeriksa anggota dewan yang mbolos dalam Bimtek tersebut, polisi juga tetap akan memamangil mereka yang hadir. Sebab pada dua kegiatan itu, yakni pelaksanaan workshop tidak dilakukan sebagaimana yang telah dilaporkan dalam pertanggungjawaban keuangan. ’’Jadi tidak menutup kemungkinan mereka yang dianggap bermasalah jumlahnya lebih dari 17 orang,’’ jelasnya.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Indarto mengatakan, pihaknya tetap akan memeriksa satu persatu anggota dewan yang keterangannya dianggap dibutuhkan untuk bahan penyidikan. ’’Yang pasti pemeriksaan akan kita lakukan terhadap satu persatu anggota dewan sesuai teknis dan taktis penyidikan yang telah kita rencanakan. Dan itu tentu tidak bisa kami sampaikan ke publik,’’ terangnya.
Sementara itu, pemeriksaan terhadap dua anggota dewan yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Surabaya, yakni Musayafak Rouf dan Ahmad Suyanto, Selasa (19/7), telah depriksa sebagai sanksi. Dua pimpinan dewan, Musyafak Rouf dan Ahmad Suyanto yang memang dijadwalkan diperiksa telah memenuhi panggilan penyidik. Musyafak Rauf dari PKB dan Achmad Suyanto dari PKS menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Mereka hadir sejak pagi di Mapolrestabes Surabaya hingga selesai sore .
Ahmad Suyanto datang sekitar pukul 09.15, disusul Musyafak 15 menit kemudian. Tak ada pernyataan apa pun yang keluar dari Ahmad Suyanto. Saat tiba di gedung Reskrim Polrestabes, Politisi muda ini langsung naik ke lantai 4 menuju ruangan Unit Tipikor. Suyanto terlihat santai dengan hanya mengenakan kaos olah raga berlengan warna kuning.
Musyafak yang sudah tahu kedatangannya ditunggu puluhan wartawan terlihat lebih terbuka. Mengenakan hem warna putih garis hitam, Musyafak mengaku sudah siap berhadapan dengan penyidik. Suyanto tampaknya tidak diperiksa lama oleh polisi. Dia sudah tidak terlihat lagi di ruang penyidik unit Tipikor selepas jam istirahat. Sedangkan Musyafak hingga pukul 16.00 masih menjalani pemeriksaan. (red)

Related posts

Menteri Pertanian dan Gus Ipul Panen Raya Padi dan Jagung di Malang

kornus

Komisi III Dukung Polri dan TNI Ungkap Penembakan Anggota TNI di Papua

kornus

Opening The Services Sector Offers Big Gains, Say APEC Officials

kornus