Surabaya (KN) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mulai memetakan 10 daerah wilayah yang rawan banjir di sepanjang Kali Brantas.Sepuluh titik yang paling rawan banjir itu tersebar di wilayah Bojonegoro, Lamongan dan Tuban yang berada di sepanjang Bengawan Solo. Sedangkan, empat titik lainnya tersebar di Mojokerto, Kediri, Surabaya yang dilalui Sungai Brantas. “Kita sudah melakukan konsolidasi dengan Balai Besar Bengawan Solo untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat mengenai peringatan dini jika nanti terjadi bahaya banjir,” ujar Kepala BPBD Jatim, Sudharmawan, Selasa (11/12).
Ia mengatakan, terkait antisipasi di sepuluh titik tersebut pihaknya sudah memasang beberapa pompa di Bojonegoro dan Lamongan. Saat permukaan naik, pompa pompa tersebut akan dioperasikan untuk mengurangi genangan.”Beberapa pompa di Lamongan dan Bojonegoro sudah disiapkan untuk mengantisipasi hal itu,” tegasnya.
Untuk wilayah daerah lainnya di Jatim yang juga perlu diwaspadai tersebar di 32 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur. “Memang itu yang juga diwaspadai, kami sudah berkoordinasi dengan BPBD masing-masing daerah kalau ada ancaman meski statusnya masih dibawah yang 10 tadi,” ujarnya.
Adapun beberapa wilayah di Jawa Timur, seperti Bojonegoro, Malang, Lamongan, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo dan sebagaian Madura juga akan mengalami curah hujan cukup tinggi pada Januari tahun depan. Karena itu, dia mengimbau agar masing-masing daerah bersiaga terhadap adanya potensi banjir.
”Data yang kami terima dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) pada pertengahan November curah hujan cukup tinggi di wilayah itu. Terutama yang dekat dengan Bengawan Solo seperti Bojonegoro dan Lamongan,” ujarnya.
Untuk anggaran yang sudah disiapkan sebesar Rp 3,5 milliar, dimana dana tersebut bersifat on call yang bisa digunakan kapan saja. (ms)
Foto : Ilustrasi kali Brantas
