Surabaya (KN) – Proyek renovasi dan upaya perbaikan cagar budaya Balai Pemuda yang dikhawatirkan banyak pihak justru bisa gedung bersejarah peningalan Belanda tersebut. Bahkan warga terang-terangan mengadukan hal itu ke DPRD Surabaya. Untuk membuktikannya, Ketua DPRD Surabaya Armudji pun langsung turun melakukan sidak ke tempat itu.Dari laporan warga, ada bagian depan diding galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) di kompleks Balai Pemuda tersebut yang ditutup asbes menggunakan kerangka galvalum. Sayangnya, penutupan itu tidak bersifat sementara, tapi justru permanen. Hal itu bisa dikategorikan merusak cagar budaya.
Armuji menegaskan, dia sudah meminta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Wiwiek Widayati untuk mencopot asbes tersebut. “Itu harus diturunkan. Kalau memang untuk permanen, baru dipasang. Paling tidak, sarana itu harus bongkar pasang. Balai Pemuad itu cagar budaya tipe A. Merenovasinya tak boleh sembarangan,” kata Armuji usai sidak.
Armudji juga menyoal bangunan bagian dalam Balai Pemuda yang tak pernah tersentuh perawatan atau perbaikan. Sebab, banyak bagian yang rusak dan itu tak pernah dianggarkan dalam APBD Surabaya. Sejak 2009, memang tak pernah ada anggaran perbaikan gedung cagar budaya itu.
Ironisnya lagi, Kompleks Balai Pemuda itu memiliki bangunan baru yang pembangunanya dibiayai APBD Surabaya puiluhan miliar, namun sampai sekarang mangkrak tak jelas fungsinya. Padahal pembangunannya menggunakan dana multiyear puluhan miliar. Sosialisasi bangunan baru bekas Bioskop Mitra itu tak ada, sehingga masyarakat tak paham fungsinya untuk apa gedung yang kini masih mangkrak itu. (Jack)
