KORAN NUSANTARA
Hallo Nusantara

Produksi Emas Freeport Anjlok 86 Persen Akibat Insiden Longsor Grasberg

Freeport

​Jakarta, mediakorannusantara.com-Freeport-McMoRan Inc (FCX) melaporkan adanya penurunan tajam pada kinerja operasional PT Freeport Indonesia sepanjang kuartal IV 2025.

Insiden longsor yang melanda tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) menjadi penyebab utama merosotnya angka produksi hingga 86 persen.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, produksi emas pada periode tersebut tercatat hanya sebesar 61 ribu ons, berbanding terbalik dengan pencapaian pada kuartal IV 2024 yang mampu menyentuh angka 428 ribu ons.

​Secara kumulatif tahunan, tren penurunan ini juga terlihat sangat signifikan. Total produksi emas sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 937 ribu ons, menyusut hampir separuh atau sekitar 49,7 persen dari total produksi tahun 2024 yang mencapai 1,861 juta ons. Kondisi serupa terjadi pada sektor tembaga yang mengalami penurunan produksi sebesar 89 persen pada kuartal terakhir tahun 2025, yakni dari 429 juta pon pada tahun sebelumnya menjadi hanya 49 juta pon.

​Pihak FCX menjelaskan bahwa dalam kondisi pengoperasian normal, tambang bawah tanah tersebut seharusnya mampu menghasilkan sekitar 1,7 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas per tahun. Namun, penghentian sementara operasional di area GBC sejak September 2025 akibat bencana longsor telah menghambat target tersebut secara besar-besaran. Meskipun demikian, perusahaan telah menyusun langkah pemulihan untuk mengejar ketertinggalan produksi di masa mendatang.

​Saat ini, PT Freeport Indonesia tengah fokus menjalankan tahapan perbaikan yang mencakup pembersihan lumpur di area tambang, pembenahan infrastruktur pendukung, serta pemasangan sistem pengaman tambahan sesuai jadwal yang ditentukan.

Perusahaan menargetkan aktivitas pertambangan di Blok 2 dan Blok 3 dapat kembali beroperasi pada kuartal II 2026, disusul oleh Blok 1 pada tahun 2027. Melalui estimasi tersebut, diharapkan sekitar 85 persen dari total kapasitas produksi normal dapat segera pulih pada semester kedua tahun 2026.( wa/ar)

Related posts

Pertamina tambah SPBU kantung di 11 titik jalur mudik Lebaran Tamer

Putus Rantai Penularan, Kemenkes Susun Teknis Karantina Pasien TBC

Ditemui Menteri ESDM, warga Pulau Gag minta tambang nikel dilanjutkan