KORAN NUSANTARA
indeks

Wamentrans Dorong Produk Unggulan Mesuji Tembus Pasar Global Melalui Hilirisasi dan Kemitraan

Wamentrans) Viva Yoga Mauladi

Lampung, mediakorannusantara.com-Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mendorong produk unggulan dari kawasan transmigrasi, khususnya buah melon asal Kabupaten Mesuji, Lampung, untuk mampu bersaing di pasar global.

Saat menghadiri panen raya melon di Desa Tanjung Menang Raya pada Jumat, Yoga menegaskan bahwa Mesuji merupakan bukti nyata keberhasilan program transmigrasi yang telah eksis sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto.

Program ini tercatat telah melahirkan ribuan desa definitif serta ratusan kecamatan dan kabupaten baru di seluruh Indonesia.

​Saat ini, terdapat 154 kawasan transmigrasi dengan karakteristik komoditas yang beragam. Di Kabupaten Mesuji, selain melon, potensi pertanian juga mencakup pisang dan singkong.

Guna memastikan hasil tani tersebut terserap pasar, Kementerian Transmigrasi telah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga (off-taker) melalui nota kesepahaman (MoU). Salah satu langkah konkretnya adalah memasarkan produk petani transmigran ke jaringan ritel luas, termasuk Toko Krisna di Bali. Yoga berharap kemitraan ini memberikan kepastian pasar serta meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan.

​Langkah strategis selanjutnya adalah mengarahkan seluruh potensi daerah ke dalam program hilirisasi berbasis industri. Kementrans berupaya membangun ekosistem ekonomi terintegrasi dengan menarik investor untuk menanamkan modal di kawasan transmigrasi. Pola kerja sama ini diharapkan menciptakan efek domino (trickle down effect) yang memperkuat ekonomi rakyat sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah pusat tahun ini mengalokasikan bantuan pembangunan infrastruktur, renovasi fasilitas umum, serta penyediaan air bersih untuk meningkatkan produktivitas di Mesuji.

​Pj. Bupati Mesuji, Elfianah, menyambut baik dukungan tersebut mengingat karakteristik lahan di wilayahnya yang didominasi rawa gambut dan lahan kering sangat potensial untuk tanaman pangan.

Dengan luas sawah mencapai 29.167,8 hektare, Mesuji saat ini menempati peringkat ketiga sebagai penyumbang ketahanan pangan terbesar di Provinsi Lampung. Transformasi Mesuji dari kawasan hutan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan ini diharapkan terus berkembang menjadi pilar kemandirian ekonomi daerah.( wa/ar)

Related posts

Pakde Karwo Jamin Stok Bahan Pokok Jelang Ramadhan Aman

kornus

Musim Hujan, 5 Kecamatan di Tulungagung Rawan Longsor, Warga Diminta Waspada

redaksi

Ikhsan : USBK SD dan UNBK SMP di Surabaya Tak Ada Kendala

kornus