KORAN NUSANTARA
ekbis indeks Jatim

Potensi Wisata Jatim Masih Belum Dipasarkan Secara maksimal

Surabaya (KN) – Potensi wisata Jawa Timur yang melimpah masih belum dipasarkan secara maksimal. Ini karena pemasaran obyek wisata membutuhkan penguatan tiga sektor pendukung yang saling berkaitan, yaitu aksestabilitas,informasi dan service.bromo

Demikian dikatakan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Sunarmadji di Surabaya, Selasa (21/6). Menurutnya, penguatan sektor aksesibilitas menduduki peringkat pertama, karena jika lokasi suatu daerah dapat dijangkau dengan baik, maka para pengelola destinasi dan jasa pariwisata dapat dengan mudah menawarkan paketnya.

Sedangkan penguatan sektor informasi, bahwa sebuah destinasi harus diberikan stimulus berupa informasi yang detil, lengkap serta fokus pada keunikan suatu tempat tujuan wisata.

Dia menjelaskan, masyarakat Indonesia banyak yang tertarik dengan informasi yang menjelaskan asal usul tempat dan mitos yang terkandung didalam suatu destinasi. “Tengok saja, kawasan wisata Sedudo, selain menawarkan air terjun, konon lokasi ini juga membuat mereka yang minum air disana menjadi awet muda, inilah pentingnya informasi, dan harus memiliki magnitude yang kuat sehingga menarik masyarakat untuk berkunjung,” tuturnya.

Sunarmadji menambahkan, faktor ikon tidak kalah penting untuk memberikan penanda sebuah daerah sehingga tetap dikenal. Dicontohkanya, keberadaan Patung Liberty yang menjadi ikon Kota New York, serta Twin Tower yang menjadi ikon Kota Kuala Lumpur. ‚ÄúPermasalahannya adalah Jatim selama ini masih belum memiliki ikon. Kita selalu Gunung Bromo dan Kawah Ijen, namun ikon gunung juga dimiliki daerah lain, sehingga masih kurang menarik,” katanya.

Untuk mengatasi dan membuat sebuah Ikon Jatim, Disbudpar  kini sedang membuat proyek Pusat Informasi Majapahit (PIM), sebuah mega proyek yang kini sedang dikerjakan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI.

“Majapahit adalah sebuah ikon yang melegenda, siapapun tahu bahwa cikal bakal Nusantara berawal dari Kejayaan Majapahit di masa lampau, jika di Peru ada Machupichu, maka di Jatim, kita memiliki PIM,” ungkapnya.

Parameter ketiga yang tak kalah penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan adalah service. Sejumlah pihak di Jatim kini sedang konsentrasi dalam meningkatkan pelayanan agar lebih berkualitas. Mereka yang telibat, lanjut Sunarmadji, mulai Hotel, Resto, Pengelola Destinasi, Pemilik Jasa Transportasi hingga Pramuwisata.

“Budaya kita masih menganggap turis memiliki duit yang banyak sehingga kerap menjadi sasaran empuk dari mereka yang berhubungan dengan turis. Penataan sopir taksi, pembinaan pramuwisata, diharapkan dapat mengatasi masalah kebiasaan yang kurang baik,” pungkasnya. (yok)

Foto : Obyek wisata Bromo Jatim

Related posts

Timnas Indonesia Tekuk Hong Kong 5-1, Wali Kota Eri Optimis Menang Lawan Vietnam

kornus

Ratusan Masyarakat Penderita Katarak kumpul di Aula Makorem 084/Bhaskara Jaya

kornus

Gubernur Jatim Minta Pelayanan Angkutan Lebaran Bersifat Humanis

kornus