KORAN NUSANTARA
indeks Jatim

Pengumuman Hasil Di Jatim Unas Kacau, Nilai 26 Siswa SMK/SMA di Surabaya Hilang

logo-diknasSurabaya (KN) – Pengumuman kelulusan ujian nasional (UN) 2011 tingkat SMA/SMK di Jatim yang dilakukan serempak hari ini, Senin  (16/5) menuai masalah. Pasalnya, sebanyak 26 siswa di Surabaya nilainya hilang alis nol tak ada nilai.
Untuk di SMKN 5 Surabaya saja misalnya, 21 siswa sekolah itu tercatat mengikuti semua tahapan UN, ironisnya ketika pengumuman hasil nilainya tertulis nol koma nol (0,0).
“Ini masalah besar. Ini soal teknis yang seharusnya tidak perlu muncul, tiap alur kegiatan UN kan ada berita acaranya, jadi secepatnya harus diselidiki dan diusut,” kata Ketua Dewan Pendidikan Jatim, Prof Zainuddin Maliki saat dihubungi Senin (16/5).
Zainudin Maliki menyatakan, seluruh pihak penyelenggaran UN harus bertanggung jawab terhadap raibnya nilai 26 siswa di Surabaya. Dispendik perlu untuk menelusuri penyebab hilangnya nilai siswa tersebut. Ia menyesalkan penyelenggaraan UN yang berskala nasional memiliki masalah nilai siswa yang hilang.
Kasus tersebut dinilai sangat menganggu siswa karena siswa sangat berharap untuk bisa mengetahui kelulusannya pada hari ini.“Kalau ada satu saja yang hilang itu artinya sudah tidak beres, lah ini malah ada sampai 26 siswa di Surabaya yang nilainya nol,” katanya.
Ia menduga, arsip nilai siswa tersebut tercecer entah kemana. Yang jelas, kata Zainudin, pihak Dispendik Kabupaten/Kota maupun Provinsi diharapkan untuk bertanggung jawab atas hilangnya nilai siswa tersebut. Pasalnya siswa akan merasa sangat terpukul dan kecewa karena merasa mengikuti UN namun mereka tidak mendapatkan nilai.
Abdul Rofiq, Kepala SMKN 5 Surabaya mengatakan, “Kami meminta untuk dilakukan revisi karena kelulusan ini sangat penting. Siswa lulusan kami butuh bekerja sehinga butuh lulus,” katanya. Ia mengaku heran mengapa nilai anak didiknya tidak masuk. Padahal seluruh siswanya mengikuti seluruh tahapan pelaksanaan UN.
Rofiq mencontohkan, diantara siswa yang nilainya kosong adalah Dewi Aisyah. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, nilai siswi ini 00,00. Selain Dewi masih banyak lagi siswa yang lain. Demikian pula dengan nilai UN Mohammad Yusuf juga ditemukan dalam keadaan tak sesuai. Nilai Bahasa Indonesia di UN tertulis 04,00.“Kami heran mengapa nilainya kosong atau tidak sesuai, padahal siswa kami dapat nilai 07,00 tetapi tertulis 04,00,” jelasnya.
Seperti diketahui, SMKN 5 adalah sekolah dengan masa studi empat tahun.  Siswa yang nilainya tidak keluar sebenarnya sudah menempuh UN pada tahun lalu. Pada tahun ini, kata dia, siswa hanya melakukan ujian praktik dan teori. Ujian tersebut masuk nilai sekolah. Namun untuk kelulusan, nilai UN harus digabung dengan nilai sekolah.“Padahal nilai UN sudah ada, dan sekarang ini tinggal menggabungkan saja nilai UN dengan nilai sekolah. Tapi kok malah tidak terdaftar, ini kan aneh,” katanya.
Sementara itu, Dispendik Kota Surabaya menyatakan kemungkinan nilai siswa yang nol karena tidak masuk dalam ketika dilakukan entry data. Kepala Dispendik Kota Surabaya, Sahudi menyatakan Dispendik menemukan 26 siswa yang mendapatkan nilai nol. Dari 26 siswa tersebut 23 diantaranya siswa SMK dan 3 siswa lainnya adalah siswa SMA swasta.
Sahudi menjelaskan, alur entry data penilaian untuk siswa SMA/SMK adalah pihak sekolah memasukkan data penilaian siswa di sekolahnya. Data tersebut kemudian dikirimkan ke Dispendik Kota Surabaya. Dari Dispendik Surabaya diteruskan ke Dispendik Jawa Timur. Kemudian dikembalikan lagi ke Dispendik Kota Surabaya, namun ternyata ada 26 siswa yang nilainya tidak masuk dalam ‘entry data’ alias nilainya nol.
Menurut Sahudi, ada beberapa penyebab nilai nol untuk siswa dalam UN, yakni diduga nilai UN tidak masuk bukan karena tidak dimasukkan, tapi hanya tidak masuk dalam data entry, sehingga mungkin saja nilai itu merupakan nilai susulan dan lupa dimasukkan.
Pernyataan serupa juga muncul dari Kepala Dispendik Jatim, Harun. Dia juga mengaku tidak mengetahui atas kasus nilai siswa yang hilang. “Kasus ini langsung saya koordinasikan dengan Puspendik di Jakarta. Mereka akan mengecek kasus ini,” ujarnya. (mbh)

Related posts

Diduga Kurang Memahami Aturan, Anggota Panwascam Tandes Overacting

kornus

Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Fitri 1437 H Jatuh Pada 6 Juli 2016

kornus

Resmikan Rumah Anak Prestasi Surabaya

kornus