Surabaya (KN) – Massa yang menamakan dirinya KPK (Komunitas Pendukung Khofifah) mendatangi kantor KPU Jatim. Pendukung pasangan bacagub-bacawagub Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja meminta KPU Jatim indenpenden dalam memutuskan lolosnya pasangan bacagub-bacawagub.
” Komunitas Pendukung Khofifah, Masyarakat Jawa Timur akan siap memantau terus proses penentuan kandidat calon gubernur Jatim oleh KPU. Jika pasangan Khofifah-Herman tidak diloloskan oleh KPU Jatim, maka kebenaran akan segera terbukti,” ujar Syamsul salah satu pendukung KPK di lokasi, Kamis (11/7/2013).
Ia mengatakan, apabila KPU Jatim tidak independen dalam menentukan sikap, maka indikasi KPU Jatim menerima suap dari salah satu pasangan bacagub semakin kuat. “Jika tidak independen, maka KPU Jatim telah diintervensi dan disetir oleh salah satu kandidat calon gubernur,” katanya.
Aksi pendukung KPK ini terdiri dari anak muda dan ibu-ibu. Selain berorasi di depan pintu masuk KPU, mendapatkan penjagaan ketat dari gabungan Polsek Tenggilis, Polrestabes Surabaya dan Brimob Polda Jatim
Selain itu, massa juga membawa uang mainan serta berbagai poster diantaranya bertuliskan, ‘Pingin menang kok curang’, ‘Jhonatan (Skretaris KPU Jatim) aku ngerti kartumu’, ‘Stop politik kartel’, ‘Khofifah dijegal suap KPU terbukti’ dan berbagai poster lainnya.
Dari informasi yang dihimpun, selain KPK, siang tadi massa dari Pemuda Pancasila Kota Surabaya juga mendatangi kantor KPU Jatim. Kelompok yang dikabarkan pendukung pasangan bacagub-bacawagub incumben Soekarwo-Saifullah Yusuf itu, meminta KPU Jatim juga independen. (ms)
