Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan komitmennya dihadapan ribuan buruh yang menggelar aksi damai dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 di depan Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis (1/5/2025) sore.
Surabaya (mediakorannusantara.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan buruh melalui berbagai program pelatihan dan pendidikan.
Hal itu disampaikan Khofifah usai menemui ribuan buruh yang menggelar aksi damai dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 di depan Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis (1/5/2025) sore.
Khofifah mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung kondusif dan tertib. Ia menyebut kondisi tersebut tak lepas dari pengawalan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.
“Forkopimda hadir lengkap, ada Pak Kapolda Jatim, Pangdam V/Brawijaya, Pangkoarmada II, Kabinda Jatim, Danrem 084/Bhaskara Jaya. Ada juga Kapolrestabes Surabaya, Kapolresta Sidoarjo hingga Kapolres Gresik, mereka semua ditugaskan Pak Kapolda untuk mengawal,” ujar Khofifah.
Khofifah menyebutkan bahwa massa buruh datang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Seperti di antaranya Pasuruan, Bojonegoro, dan Mojokerto.
“Jadi mereka (buruh) ada yang dari Pasuruan, Bojonegoro, Mojokerto mereka dikawal dan semua alhamdulillah berjalan dengan sangat kondusif. Mereka bisa melakukan dan merayakan Hari Buruh Internasional ini dengan baik,” ucapnya.
Menanggapi 17 rekomendasi yang disampaikan perwakilan buruh, Khofifah menyatakan sebagian besar poin telah dibahas dan disepakati bersama. Ia pun mengumumkan langkah konkret Pemprov Jatim dengan menyiapkan program 10 ribu pelatihan bagi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
“17 rekomendasi itu ditambah lagi bahwa Pemprov Jawa Timur memang sedang menyiapkan 10 ribu profesional training lengkap dengan sertifikasinya bagi mereka korban PHK,” jelas dia.
Menurutnya, program pelatihan dan sertifikasi tersebut telah dikoordinasikan dengan BPJS Ketenagakerjaan. Namun program ini merupakan inisiatif terpisah yang sepenuhnya dibiayai oleh Pemprov Jawa Timur.
“Yang dikerjakan Pemprov Jatim akan berseiring dengan program dari BPJS Ketenagakerjaan, yaitu JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan). Ini di dalam koordinasi dari BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Khofifah juga merespons aspirasi buruh terkait kuota lebih dari 5 persen untuk anak buruh dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ia menjanjikan peluncuran paket kebijakan pendidikan baru untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.
“Besok kita akan luncurkan, paket kebijakan pendidikan Pemprov Jawa Timur. Kita akan memberikan beasiswa tiap sekolah swasta SMA maupun SMK itu 10 anak,” jela dia.
Menurut Khofifah, total beasiswa yang disiapkan mencapai 30 ribu untuk seluruh sekolah swasta tingkat SMA dan SMK di Jawa Timur. Data lengkap terkait sekolah penerima beasiswa akan diumumkan oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur.
“Nanti sekolah-sekolah mana akan diumumkan oleh Kepala Dinas Pendidikan. Insyaallah total ada 30 ribu beasiswa untuk SMA/SMK swasta,” tambahnya.
Tak lupa, Khofifah juga mengucapkan selamat Hari Buruh 2025. Ia pun menyampaikan terima kasih atas koordinasi semua pihak yang membuat peringatan May Day di Jawa Timur berjalan aman dan damai.
“Jadi ini artinya bahwa apa yang bisa kita lakukan dengan penguatan kebersamaan, insyaallah akan memberikan hasil yang terbaik bagi kita semua,” tandasnya. (
