Surabaya (KN) – Guna mengantisipasi gangguan keamanan selama Ramadan dan menekan balapan liar, jajaran Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menggelar atau melakukan Patroli menjelang sahur.Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Juniata di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (11/7/2013) mengatakan, patroli sahur akan dilaksanakan satu bulan penuh selama bulan Ramadan. Diharapkan patroli menjelang sahur dapat meminimalisasi segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Kota Surabaya. “Jam-jam ini rawan adanya trek-trekkan motor, sehingga kami lakukan patroli,” terangnya.
Ia menjelaskan, dalam patroli sahur ini Polrestabes Surabaya melibatkan personil dari Sabhara, dan Satlantas dengan dibekali kentongan. “Sambil patroli keamanan, anggota juga membangunkan warga biar tidak terlambat sahurnya dengan memukul kentongan yang mereka bawa,” ujarnya.
Kombes Pol Setia Junianta mengimbau agar anak-anak muda pada khususnya tidak melakukan balap liar. Selain mengganggu ketenangan warga, hal itu juga dapat membahayakan dirinya dan orang lain.
“Masyarakat yang tahu jangan malah menonton, mereka kalau ditonton malah semakin semangat. Kalau tidak ada yang nonton mereka juga pasti males untuk trek-trekkan,” ujarnya.
Beberapa wilayah, kata dia, seperti di Jl Demak, Jl Merr II C, dan Jl Kertajaya sangat rawan terjadi balap liar. Masyarakat juga diimbau untuk lebih proaktif melaporkan kepada polisi jika melihat balap liar atau tindakan kejahaatan yang lain.
Selain itu patroli ini juga bertujuan untuk menekan peredaran mercon dan menjegah adanya curanmor. “Saat bulan Ramadan jam sebelum sahur ini sangat rawan sekali terjadi curanmor,” tegasnya.
Sebelumnya, guna memberikan kenyamanan dan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan tahun ini. Jajaran Polrestabes Surabaya membentuk dua tim khusus, yaitu pertama tim khusus untuk membrantas petasan dan tim kedua yaitu tim pengurai kemacetan (Kurma).
Diharapkan tim khusus petasan ini juga turut berperan aktif dalam kegiatan masyarakat, misalnya dengan memberikan kultum atau ceramah di musala atau masjid di masing-masing daerah.
Sementara itu untuk tim khusus Pengurai Kemacetan (Kurma) ini bertujuan untuk bisa mengatasi kesemerawutan, kemacetan pada Bulan Suci Ramadan. Dimana tim ini terdiri dari 30 personil dari Satlantas dan 20 personil dari Satsabhara. (wan)
