KORAN NUSANTARA
indeks Jatim

Pemprov Jatim Tolak Pelepasan Orang Gila Dari Liponsos Surabaya

Surabaya (KN) – Rencana Pemkot Surabaya yang akan melepas 683 orang gila penghuni Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) ditolak Pemprov Jatim. Pasalnya, selama ini pemprov juga telah memberikan dana operasional dan menyiapkan sejumlah panti yang bisa dimanfaatkan.Kepala Bidang Pelayanan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Jatim, Djumadi Ramelan, Selasa (20/9) mengatakan, Pemprov sebelumnya telah mengucurkan dana sekitar Rp 1,5 miliar yang diperuntukkan untuk keperluan makan pada orang gila di Liponsos. “Pemprov melalui Biro Kesra sudah mencairkan dana tersebut, sehingga diharapkan dapat membantu kebutuhan penghuni Liponsos di Surabaya” katanya.
Dia menambahkan, jika yang dikeluhkan adalah daya tampung Liponsos, maka sebenarnya ada satu tempat lagi di Kabupaten Malang. Ditempat tersebut, lanjut Djumadi, sudah ada bangunannya, namun tidak ada penghuninya.
Dinas Sosial Jatim melalui Bidang Yanrehsos menolak untuk bertanggung jawab terhadap permasalahan di Liponsos yang dikelola Pemkot Surabaya, Pasalnya pengelolaan Orang Cacat Mental di Pondok tersebut sudah dikelola melalui sumber APBD Tingkat II. “Kami hanya bisa menghimbau kepada UPT lain, apakah dapat menyediakan tempat untuk relokasi sebagian penghuni di Liponsos” tuturnya
Permasalahan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kota Surabaya mulai mencuat setelah Dinas Sosial Kota Surabaya mengancam akan melepaskan 912 orang gila ke Jalanan. Kebijakan ini adalah dampak dari membludaknya penghuni Liponsos yang sudah overload. Permasalahan hunian ini juga diperparah dengan habisnya anggaran yang telah terserap sebelum waktunya.
Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Eko Hariyanto mengatakan, pihaknya juga telah menggelar rapat koordinasi dengan Pemprov Jatim. Anggaran makan yang dibantu oleh Pemprov telah habis sejak September 2011akibat penghuni yang membludak, padahal ploting anggaran ini disediakan untuk sampai Desember 2011. Pemkot Surabaya benar-benar kewalahan dengan semakin membeludaknya PMKS yang ditampung di Liponsos Surabaya di Keputih.
Untuk diketahui Pemkot Surabaya benar-benar kewalahan dengan semakin membeludaknya PMKS yang ditampung di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih. Meski sudah digerojok anggaran Rp 3 miliar, ternyata tidak mencukupi untuk menghidupi penghuni Liponsos hingga Desember 2011. Pasalnya September ini, anggaran tersebut sudah habis. Tentunya jika tidak segera digerojok anggaran lagi, sebanyak 912 penghuni Liponsos ini terancam kelaparan.
Data di Pemkot Surabaya menyebutkan, serbuan orang gila ke Surabaya ini puncaknya terjadi pada tahun 2011 ini. Berdasarkan data di Liponsos Keputih, orang gila yang berada di sana hingga April sudah mencapai 600 orang. Padahal pada tahun 2010, jumlah orang gila yang ditampung oleh Pemkot Surabaya ini hanya mencapai 500 orang. (yok)

Foto : Orang gila di Liponsos

Related posts

Pemrov Jatim Raih 3 Emas Anugerah Proper 2019

kornus

Guna Turunkan Tingkat Pengangguran Terbuka, Pemprov Jatim Gelar JMF 2014

kornus

Terjaring OTT KPK, Gubernur Aceh Digelandang ke Jakarta

redaksi