Jakarta, mediakorannusantara.com-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa sebanyak 224 desa di Provinsi Aceh hingga saat ini belum mendapatkan aliran listrik menyusul bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November lalu.
Desa-desa yang masih terisolasi secara energi ini tersebar di 10 kabupaten, termasuk Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, di mana infrastruktur kelistrikannya masih dalam tahap perbaikan oleh pihak PLN.
Sebagai langkah penanganan darurat sesuai arahan Presiden, Kementerian ESDM mengirimkan bantuan berupa seribu unit genset berkapasitas 5–7 kVA serta 3 ribu unit kompor gas untuk membantu warga terdampak di wilayah Aceh dan Sumatera.
Pengiriman bantuan ini dilakukan secara bertahap menggunakan lima pesawat Hercules milik TNI AU yang mendarat di tiga titik strategis, yakni Lhokseumawe, Rembele, dan Banda Aceh, dengan masing-masing pesawat mengangkut 200 unit genset.
Bahlil menegaskan bahwa distribusi seribu genset ini merupakan tahap awal intervensi pemerintah selama proses pemulihan infrastruktur permanen berlangsung.
Untuk memastikan alat tersebut dapat segera digunakan, Kementerian ESDM telah membentuk tim terpadu bersama Pertamina Patra Niaga guna menjamin pasokan bahan bakar solar di lokasi bencana.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan pelayanan energi yang cepat bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana.( wa/ar)
