KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Pemberantasan Sarang Nyamuk Merupakan Program Utama Brantas DB

DBSurabaya (KN) – Upaya untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti belakangan ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengintensifkan pengawasan dengan membentuk tim pemantau jentik di lingkungan masyarakat sampai lingkungan sekolah.

“Kami sudah adakan pelatihan dan pemberian pengetahuan pada ibu-ibu dan juga guru dan siswa yang ada di sekolah untuk mengintensifkan pengawasan nyamuk aedes aegypti, ” kata Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr Esty Martina Rachmie di Surabaya, Senin (23/5).

Dikatakannya tugas juru pantau jentik ini bukan sekadar melakukan monitoring, tetapi juga memberikan penyuluhan pada masyarakat akan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk seperti mengubur kaleng dan botol bekas, serta membersihkan tempat penyimpanan air.

Pemberantasan sarang nyamuk merupakan progam utama untuk memberantas penyakit DB. Sebab dengan mekanisme seperti itu nyamuk dewasa tak akan bisa menetaskan telurnya menjadi nyamuk baru. “Nyamuk ini suka pada genangan air bersih, di sanalah mereka bertelur,” tuturnya.

Untuk di sekolah, pihaknya membentuk tim yang merupakan siswa pemantau jentik atau disebut juga wamentik. Sedangkan untuk di rumah dibentuk ibu pemantau jentik (bumantik). Dengan keterlibatan petugas pemantau jentik ini diharapkan antisipasi bisa cepat dilakukan sehingga nyamuk tidak terlanjur menjadi besar.

Dibentuknya tim pemantau jentik baik di lingkungan kecil seperti rumah maupun sekolah karena kedua lingkungan tersebut merupakan tempat yang biasanya sering menjadi kawasan wabah nyamuk. “Inilah yang berupaya kita lakukan selain dengan fogging” ungkapnya.

Berdasarkan data Dinkes Kota Surabaya, jumlah penderita penyakit DB selama Februari-Maret 2011 tergolong cukup tinggi, yakni mencapai 289 orang. Data penderita DB tersebut terhimpun berdasarkan pasien yang berobat di Puskesmas hingga seluruh rumah sakit di Surabaya.

Sedangkan jumlah pasien terbanyak masih berasal dari kecamatan yang padat permukiman dan memiliki penduduk yang besar, yakni di Kecamatan Tandes, Krembangan dan Sawahan. Di Kecamatan Tandes, warga yang terkena DB mencapai 30 orang, sedangkan di Kecamatan Sawahan sebanyak 27 orang dan Kecamatan Krembangan 24 orang.(sus)

Related posts

Tim Hukum KarSa Siap Hadapi Gugatan Berkah

kornus

SIWO PWI Jatim Umumkan Penerima Penghargaan Atlet dan Pelatih Terbaik

kornus

Komisi A Harap Program Satu Data Pemprov Jatim Segera Direalisasikan

kornus