KORAN NUSANTARA
ekbis indeks

Disperindag Jatim Kembali Gelar Lelang Komoditi Di Puspa Agro

pasar-agroSurabaya (KN) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur akan menggelar lelang komoditi ke-81 di Gedung Tani Puspa Agro Jl Sawunggaling Jemundo Taman Sepanjang, Sidoarjo, Selasa (24/5). Lelang komoditi ini merupakan ketiga kalinya digelar di Pasar Induk Puspa Agro Jemundo.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Drs Arifien T Ariadi MM di kantornya, Senin (23/5) mengatakan, lelang rencananya akan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga selesai. Lelang kali ini diharapkan bisa menghasilkan transaksi yang lebih besar dari sebelumnya.
Komoditi andalan Jawa Timur yang ditawarkan diperkirakan masih didominasi hasil pertanian, seperti beras, jagung, gula pasir, kedelai, kacang hijau. Selain itu juga sayur mayur seperti kentang, wortel, cabe, kubis, bawang merah, bawang putih dan sapi potong.
Saat ini kelompok sayuran khususnya cabe rawit  banyak diburu oleh para pedagang. Karena komoditi makanan basah ini pada awal 2011 hingga memasuki triwulan 2011 harganya terus naik. Namun di pasar tradisional Surabaya harga komoditi ini sudah turun dari Rp 95.000/kg kini berada di kisaran Rp 23.00-25.000/kg. untuk cabe merah keriting Rp 11.000/kg dan cabe merah biasa  Rp 10.000/kg serta bawang merah Rp 13.000/kg.
Selain cabe makanan pokok beras dan sapi potong juga masih menjadi incaran para pedagang besar khususnya dari Jakarta, Bandung, Semarang dan kota-kota besar di Indonesia Karena beras sampai saat ini harganya masih fluktuatif meskipun panen mulai tiba. Untuk beras medium IR 64 berkisar Rp 7.000/kg dan beras kualitas baik sekelas pandan wangi mentik masih berkisar Rp 8.500/kg.
Kemudian lelang pada akhir Mei 2011 komoditi buah-buahan seperti melon, semangka, apukat, jeruk, apel, buah, rambutan, pisang, pier, duku dan buah naga akan banyak dicari oleh para distributor pasar induk Jakarta, Bandung dan Semarang
Di lelang juga dijual berbagai rempah-rempah seperti jahe gajah, jahe emprit, kunir, kencur, temu ireng, merica, pala, kayu manis, cabe jamu dan berbagai bunga.  Selain itu juga di jual aneka kerupuk, jamu taradsional, bumbu masak, ikan air tawar, telur, gula merah dan bernagai kerajinan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain itu akan dijual pula berbagai makanan khas daerah dan minuman, aneka kue kering, pakaian serta alas kaki seperti sepatu dan sandal.
Pada lelang komoditi ke-80 sebelumnya, telah menghasilkan transaksi Rp 25,773 miliar. Terbesar diperoleh dari penjualan makanan pokok beras berbagai jenis yang mencapai Rp 13,69 miliar atau 53,12 persen dari total transaksi.
Kemudian kentang lokal jenis granola volume 1200 ton dengan harga antara Rp 4.000-5.200/kg total transaksi Rp 5,304 atau 20,58 persen dari seluruh transaksi. Kemudian kemiri kupas dari NTT volume 102 ton harga bervariasi antara Rp 19.000-24.000/kg total transaksi Rp 2,239 miliar atau 8,92 persen dari transaksi.
Transaksi kopi luwak bubuk juga cukup banyak dengan volume 200 kg harga Rp 210.000/kg total Rp 42 juta, minyak goreng resto transaksi volume 10.000 kerdus harga Rp 124.000/kerdus total Rp 1,240 miliar. Tomat marta Rp 660 juta, telur ayam ras Rp 240 juta, kelapa tua Rp 24 juta, jagung manis Rp 462 juta, Jengkol Rp 1,800 miliar dan arang Rp 12 juta.
Sementara panitia lelang mengimbau kepada penjual, pembeli, dan petani yang akan mengikuti lelang komoditi pada Selasa (24/5), agar segera mendaftar di Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Jawa Timur Jl Siwalankerto Utara Surabaya No Telp 031 8421140. 031 8432417 dan 031 8470227.
Untuk menjadi anggota pasar lelang persyaratannya cukup menyerahkan formulir permohonan yang telah mendapat rekomendasi dari Disperindag setempat serta foto copy KTP yang masih berlaku.(rif)

Foto : lelang komoditi di Puspa Agro Jemundo

Related posts

745 PNS Surabaya Ikuti Prosesi Pengambilan Sumpah Janji

kornus

TNI Terus Mencari Korban Tanah Longsor Banjarnegara

kornus

Hari Oeang ke-73, Sri Mulyani Tanding Voli Lawan BI dan OJK

redaksi