Surabaya (KN) – Salah satu kunci Pemerintah Provinsi Jatim selama tiga kali berturut-turut menerima penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha adalah adanya sinergitas dan kerjasama yang kuat dari seluruh pegawai Pemprov Jatim, terutama dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.Atas prestasi ini, apresiasi sebesar-besarnya dihaturkan Gubernur beserta Wagub Jatim atas nama Pemerintah Provinsi Jatim kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Jatim.
“Terimakasih sebesar-besarnya kepada teman-teman semua karena sinergitas, kerjasama serta kekuatan persatuan dan kebersamaan tak ada tandingnya untuk meningkatkan pelayanan publik atau kinerja kita kepada masyarakat,” kata Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim Soekarwo saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXI Tahun 2017 Provinsi Jatim di Halaman Kantor Gubernur Jatim, Kamis (27/4/2017).
Menurut Pakde Karwo, produktivitas yang dimiliki Provinsi Jatim adalah proses sinergi dari seluruh stakeholder yang ada. Selain itu, suasana yang baik, harmonis dan saling menyapa adalah kekuatan yang paling luar biasa. “Saya ingin mengungkapkan bahwa anda orang orang yang paling baik di indonesia karena mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kinerja yang baik,” ujarnya disambut tepuk tangan seluruh undangan dan peserta upacara.
Selain beberapa faktor di atas, penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha ini didasarkan beberapa kriteria penilaian. Yakni kinerja pemerintah provinsi sebanyak 40 persen, kerjasama dengan pemkab/pemkot sebanyak 40 persen, dan faktor leadership sebanyak 20 persen. “Leadhersip ini bukan hanya karena gubernur dan wagubnya, tapi sampe ke bawah punya leadership yang baik,” ungkapnya.
Peringatan Hari Otoda ini, lanjut Pakde Karwo, dimaknai sebagai momen peningkatan pelayanan publik untuk kesejahteraan masyarakat. Pelayan publik ini dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dan partisipatoris, serta pelayanan publik untuk masyarakat dan dunia usaha. Upaya ini dikelola melalui sistem electronic government (e-government) agar lebih transparan dan akuntabel.
Tema Hari Otonomi Daerah ke-XXI Tahun 2017 ini adalah “Dengan Semangat Otonomi Daerah, Kita Tngkatkan Kinerja Pelayanan Publik Melalui E-Government”. Tema ini memiliki empat makna pokok. Pertama, pelaksanaan otoda harus mampu meningkatkan kinerja pelayanan publik sesuai dengan kepentingan masyarakat. Kedua, upaya peningkatan kinerja pelayanan publik harus dikelola berbasis teknologi informasi dan komunikasi atau electronic-government. Ketiga, pelayanan publik berbasis e-government membutuhkan kemampuan dan integritas tinggi dari setiap aparatur daerah. Serta keempat, mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang baik (local good government) dan aparatur pemerintah yang bersih (clean local government). (hms)
