Denpasar, mediakorannusantara.com–PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali secara resmi menyediakan 500 kuota mudik gratis tahun 2026 bagi masyarakat yang ingin pulang kampung dari Denpasar menuju berbagai kota di Jawa Timur. General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, di Denpasar pada Kamis, 26 Februari 2026, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat agar dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan tanpa beban biaya transportasi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan dari wilayah Bali, PLN telah menyiapkan armada bus yang dijadwalkan berangkat pada 17 Maret 2026 dari Terminal Ubung, Denpasar. Rute keberangkatan mencakup tujuan Denpasar-Surabaya, Denpasar-Malang, Denpasar-Jember, dan Denpasar-Banyuwangi. Seluruh peserta yang terdaftar akan mendapatkan berbagai fasilitas pendukung mulai dari transportasi, asuransi perjalanan, paket takjil dan makan malam, hingga suvenir menarik.
Proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring melalui aplikasi PLN Mobile yang dibuka mulai tanggal 25 hingga 28 Februari 2026 pada pukul 09.00-16.00 WIB, atau akan ditutup lebih awal jika kuota telah terpenuhi. Eric Rossi menambahkan bahwa peserta yang dinyatakan lolos verifikasi memiliki kewajiban untuk melakukan pendaftaran ulang secara fisik pada 5-6 Maret 2026 bertempat di Kantor PLN UID Bali.
Langkah ini ditegaskan sebagai komitmen nyata PLN dalam memberikan kontribusi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat luas. “Program mudik gratis ini adalah wujud nyata kepedulian PLN dalam membantu masyarakat meringankan beban biaya perjalanan saat momen Hari Raya Idul Fitri,” ujar Eric.
Guna memastikan komitmen keberangkatan setiap peserta dan menjaga agar kuota terserap secara optimal, setiap pendaftar dikenakan uang jaminan sebesar Rp100.000 per orang. Uang jaminan tersebut nantinya akan dikembalikan secara utuh dalam bentuk e-voucher listrik melalui aplikasi PLN Mobile setelah peserta resmi berangkat. PLN juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mendaftar pada lebih dari satu program mudik BUMN lainnya demi pemerataan kesempatan bagi calon pemudik. ( wa/at)
