Jakarta, mediakorannusantara.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan pembangunan sekolah rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang merata.
“Pembangunan sekolah rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan,” jelas Menteri PU, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Saat ini, sekolah rakyat yang dibangun PT Nindya Karya (Persero) sudah siap difungsikan seiring dimulainya masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) menyambut peserta didik baru pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Kehadiran fasilitas pendidikan tersebut menjadi wujud kolaborasi pemerintah dan BUMN dalam menghadirkan ruang belajar yang layak bagi generasi penerus bangsa.
Penyelesaian Sekolah Rakyat Tahap II yang dikerjakan oleh BUMN karya itu tersebar di 20 wilayah yang berada di empat provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Maluku.
Penyebaran pembangunan sekolah rakyat mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang merata, termasuk menjangkau kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sehingga semakin banyak anak Indonesia memperoleh akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak.
Sementara itu, Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah mengatakan dimulainya kegiatan MPLS menjadi momentum penting yang menunjukkan hasil pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami bersyukur pembangunan sekolah rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan. Dimulainya kegiatan MPLS menjadi bukti bahwa hasil pembangunan yang dikerjakan Nindya Karya sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Keberhasilan proyek ini bukan hanya diukur dari rampungnya konstruksi, tetapi dari manfaat yang terus dirasakan oleh generasi penerus bangsa,” kata dia.(wa/an)
