Jakarta, mediakorannusantara.com – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono, meminta seluruh pegawai untuk menjaga kualitas kinerja pascalibur Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan di antaranya penyelesaian regulasi, implementasi program unggulan, hingga optimalisasi layanan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Menteri KP Trenggono saat memimpin Halalbihalal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara hybrid, Senin (9/5/2022).
“Jadi sekali lagi tugas kita masih banyak, mulai dari penyelesaian regulasi, ada juga program besar salah satunya soal rancangan peraturan pemerintah (RPP) Sedimentasi yang berkaitan dengan kesehatan laut. Ini harus bergerak cepat. Saya juga minta untuk selalu bicara ke bawahan, jangan satu arah. Sampaikan ke bawah agar yang bawah juga bisa memberi masukan ke atas,” ujar Menteri KP Trenggono.
Salah satu regulasi yang tengah dikebut pengesahannya adalah kebijakan penangkapan terukur berbasis kuota, yang saat ini draft RPP berada di Sekretariat Kabinet. Kebijakan penangkapan terukur berbasis kuota merupakan satu dari tiga program unggulan KKP di bawah nakhoda Menteri KP Trenggono.
Sembari menunggu tindak lanjut dari Seskab, Menteri KP Trenggono meminta jajaran di Ditjen Perikanan Tangkap untuk terus melengkapi fasilitas pendukung pelabuhan perikanan. Di antaranya timbangan online, docking kapal, hingga perbaikan fasilitas pendaratan ikan di pelabuhan.
“Saya minta kepada Ditjen Perikanan Tangkap untuk mempersiapkan itu, jangan menunggu. Betul-betul dipersiapkan, sehingga saat regulasi disahkan kita bisa langsung menjalan program dengan optimal,” tegas Menteri KP Trenggono.
Kebakaran puluhan kapal perikanan di Cilacap juga tak luput dari perhatian Menteri KP Trenggono. Selain menyiapkan paket bantuan, koordinasi dengan pemerintah daerah juga terus dilakukan khususnya untuk membantu para ABK yang kehilangan pekerjaan imbas musibah tersebut.(wan/inf)
