KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Mendiktisaintek Resmikan 24 Prodi Dokter Spesialis di Lingkungan Muhammadiyah

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto,

Jakarta, mediakorannusantara.com-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, secara resmi membuka 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) seluruh Indonesia. Peresmian yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jumat (13/2) ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengakselerasi pemenuhan jumlah dokter spesialis di tanah air.

Dalam sambutannya, Menteri Brian menekankan bahwa orientasi utama pembukaan PPDS ini harus tetap berfokus pada pengabdian masyarakat dan kualitas lulusan. Ia memperingatkan agar institusi pendidikan tidak menjadikan program spesialis sebagai ruang komersialisasi, melainkan sebagai wadah untuk mencetak tenaga medis yang kompeten dan berintegritas tinggi.

Lebih lanjut, Mendiktisaintek mendorong Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) untuk mengembangkan pusat unggulan atau center of excellence secara bertahap. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan rumah sakit dalam ekosistem Sistem Kesehatan Akademik, diharapkan fasilitas kesehatan dalam negeri mampu bersaing di level internasional. Targetnya, rumah sakit di Indonesia tidak hanya menjadi pilihan utama warga lokal, tetapi juga mampu menarik pasien dari mancanegara.

Langkah ini selaras dengan visi transformasi kesehatan nasional untuk memperkuat ketahanan kesehatan jangka panjang melalui penguatan sumber daya manusia dari sektor hulu. Menteri Brian berharap kehadiran 24 prodi baru ini dapat menekan ketergantungan masyarakat terhadap layanan kesehatan luar negeri sekaligus melahirkan dokter yang memiliki empati dan semangat pengabdian kepada bangsa.

Adapun sebaran 24 prodi spesialis baru ini mencakup tujuh institusi PTMA. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memimpin dengan 12 program, disusul Universitas Muhammadiyah Makassar dengan empat program, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan tiga program. Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara membuka dua program, serta Universitas Muhammadiyah Semarang, Surakarta, dan Surabaya masing-masing meresmikan satu program spesialis perdana mereka.( wa/ar)

Related posts

Presiden Dorong Petani mulai tanam padi karena Musim Hujan sudah tiba

Gubernur Imbau Media Informasikan Kondisi Raung Sesuai Kenyataan

kornus

Kemenkes Targetkan September 2021 Bisa Vaksinasi 2,3 Juta per Hari

Respati