KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Layanan Mudik Polri 2026 Dinilai Lebih Maksimal dengan Dukungan Teknologi

Anggota Kompolnas Choirul Anam

Jakarta, Mediakorannusantara.com – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan layanan mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dilaksanakan jajaran Polri berlangsung lebih baik dibanding tahun sebelumnya karena didukung teknologi dan komunikasi publik yang maksimal.

Anggota Kompolnas Choirul Anam mengatakan lembaganya memantau langsung pelaksanaan arus mudik dalam Operasi Ketupat 2026 yang dilaksanakan jajaran Polri di seluruh Indonesia.

“Kami melakukan pemantauan arus mudik di Kepolisian itu Operasi Ketupat. Seperti di Jawa Barat, saya ke titik-titik rawan macet dan melihat juga manajemen tata kelola bagaimana arus mudik dengan mobilisasi yang besar dikelola dengan baik,” kata Anam dikonfirmasi di Jakarta pada hari Kamis, 19 Maret 2026.

Salah satu lokasi yang dipantau Kompolnas adalah di KM57 jalur pantai utara, yang menjadi lokasi kepolisian melakukan manajemen pengaturan arus di jalan tol.

“Salah satu yang meningkat adalah soal penggunaan teknologi yang jauh maksimal plus komunikasi publik yang maksimal,” katanya.

Menurut Anam, dengan teknologi dan komunikasi publik yang maksimal, informasi-informasi mendasar terhadap masyarakat bisa faktual disampaikan dengan baik.

Misalnya, pelaksanaan one way atau contraflow dapat terinformasi dengan baik kepada masyarakat yang sedang mudik.

“Makanya kayak one way kapan diberlakukan, misalnya begitu dan sebagainya. Itu menurut saya lebih baik,” kata Anam.

Selain itu, Kompolnas juga meninjau langsung tiga lokasi pemantauan arus mudik di Jawa Barat yang menunjukkan tren positif.

Angka kecelakaan lalu lintas pada hari dan jam yang sama pada pelaksanaan Operasi Ketupat tahun sebelumnya mengalami penurunan di tiga lokasi yang dipantau Kompolnas.

“Membandingkan di tanggal yang sama di hari yang sama, perbandingan dengan tahun yang lalu soal kecelakaan lalu lintas itu turun. Angkanya ada yang 50 persen dan 90 persen kalau dibandingkan hari H sekian, sama dengan waktu saya tindak di beberapa posko terpadu, jadi lebih baik,” ujarnya.

Hal penting lainnya, Kompolnas menemukan satu pendekatan pelayanan yang ramah anak dilaksanakan di Polres Cimahi, di daerah Padalarang, Jawa Barat.

Menurut Anam, Pos Polres Cimahi tersebut tidak hanya dibangun sebagai pos terpadu pelayanan mudik, tetapi juga membangun keramahan pada anak.

Pos tersebut dibuat berbeda dari pos lainnya karena tampil menarik dengan nuansa Transformer, padahal biasanya pos terpadu hanya tersedia layanan kesehatan dan tempat istirahat standar.

“Pos itu dibikin sedemikian rupa untuk menarik anak-anak. Dan logikanya menarik karena mudik ini biasanya satu keluarga yang gampang capek juga anak-anak, yang macam-macam juga anak-anak. Dengan adanya pos yang ramah pada anak, menghibur anak-anak, juga diharapkan situasinya lebih nyaman dan menghibur,” katanya.

Anam mengatakan kondisi ini menunjukkan satu tingkatan perkembangan layanan mudik oleh Polri, terutama dengan adanya dimensi layanan ramah pada anak yang dikembangkan oleh kepolisian.(wan/an)

Related posts

Jatim Jadi Pilot Projeck Penyederhanaan Birokrasi Jabatan, DPRD Buka Posko Pengaduan ASN

kornus

Perpanjangan HGB Diatas HPL Ruko Rungkut Mega Raya Diduga Korupsi, Walikota Surabaya Disomasi LKPMM

kornus

Panglima Divisi Infantri 2 Kostrad Pimpin Upacara Sertijab Danbrigif Raider 9/2 Kostrad

kornus