KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Lantik Bupati dan Wakil Bupati Pacitan, Gubernur Khofifah Minta Kepala Daerah Maksimalkan Keberlanjutan Pembangunan

Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa resmi melantik Bupati Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Wakil Bupati Pacitan Gagarin di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (26/4/2021) sore.
Pelantikan pasangan Indrata Nur Bayuaji dan Gagarin sebagai bupati dan bupati hasil Pilkada Kaupaten Pacitan 2020 tersebut berdasar surat keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri nomor 131.35-312 tahun 2021. Pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah sendiri dilaksanakan terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Saya Gubernur Jatim atas nama Presiden RI resmi melantik Nur Bayuaji dan Gagarin resmi sebagai Bupati – Wakil Bupati Pacitan 2021-2024,“kata Gubernur Jatim saat membacakan keputusan Presiden dan Mendagri di Grahadi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi ucapan selamat sekaligus berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Pacitan agar memaksimalkan keberlanjutan pembangunan.

Dalam perjalanan pemerintahan, kata Gubernur Khofifah, ada proses yang sudah dilalui. Yakni, musrenbang dari tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat. Demi keberlanjutan pembangunan sinergitas vertikal sangat penting. Terlebih, materi musrenbang kabupaten pasti akan merujuk pada RKP pusat.

“Saya mohon apa yang sudah termaktup dalam musrenbang dan sudah diputuskan dapat kita tarik sinergitas dengan hasil musrenbang provinsi serta pusat agar bisa berkelanjutan,” ungkap Khofifah.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah minta kepala daerah untuk memaksimalkan seluruh ikhtiar agar apa yang sudah tercantum dalam perencanaan dapat berlanjut, berkembang dan dipercepat.
Beberapa prioritas yang menjadi penekanan adalah, keberlanjutan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM serta penurunan kemiskinan. Gubernur juga menyinggung kewaspadaan akan bencana alam serta wabah Covid 19.

Gubernur juga terus mengingatkan kewaspadaan dan kehati-hatian masyarakat terhadap penularan Covid-19 yang masih fluktuatif. Terlebih di sejumlah negara, angka penularan Covid-19 sedang mengalami peningkatan cukup signifikan seperti di India, Thailand dan Filipina.

Kewaspadaan juga ditingkatkan menjelang Hari Raya Idul Fitri ini. Mengingat, dalam seminggu ini ada sekitar 2 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah Kembali dan 22 orang di antaranya terkonfirmasi Covid-19. Saat ini, mereka sedang dilakukan sekuensing di ITD Universitas Airlangga (Unair). Sebab ada varian-varian mutasi Covid-19 yang sudah terdeteksi.

“Saya mendapatkan penjelasan singkat terkait proses sekuensing yang mengatakan bahwa varian itu telah masuk di Jatim. Yang kita khawatirkan adalah percepatan penyebarannya dan keparahannya. Dan kuncinya adalah tetap menggunakan masker,” pesan Khofifah. (KN01)

 

Related posts

Emil Dardak Ajak Anak Muda Temukan Solusi Berkelanjutan Untuk Kemiskinan dan Ketahanan Pangan

kornus

Kemenhub Kukuhkan 35 Ahli Ukur Kapal

Pengangkatan Wamen Dikritik, Bikin Gemuk Kabinet dan Ciptakan Matahari Kembar

redaksi