KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Emil Dardak Ajak Anak Muda Temukan Solusi Berkelanjutan Untuk Kemiskinan dan Ketahanan Pangan

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat menjadi narasumber dalam Summer Program National University of Singapore (NUS) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat (19/5/2023).

Surabaya (mediakorannusantara.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak anak-anak muda untuk mencari solusi permasalahan demi pembangunan berkelanjutan. Khususnya dalam hal kemiskinan dan ketahanan pangan.

Ajakan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Summer Program National University of Singapore (NUS) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat (19/5/2023).

Dijelaskan, sepertiga dari masyarakat Jawa Timur masih bekerja dalam sektor agrikultural. Yang mana pendapatan mereka menjadikan mereka bagian dari masyarakat yang tergolong menengah ke bawah.

“Ada banyak permasalahan untuk agrikultur kita. Dari harga, ancaman inflasi, sampai tantangan keberadaan lahan untuk anak muda yang ingin menginovasi sistem agrikultur kita,” ujarnya.

Selain itu, adanya fakta bahwa sepertiga penduduk Jatim adalah mereka yang bekerja di agrikultural menurut Emil terlalu banyak. Sehingga, meyakinkan mereka untuk beralih profesi dan mencoba kesempatan lain sangat vital.

“Tapi kita punya cita-cita untuk menjadi lumbung pangan nasional. Jadi saya bertanya ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan apakah kita bisa menjaga produksi beras kita. Jawabannya bisa. Tapi prosesnya bisa rumit,” ungkapnya.

“Jadi, apakah saya punya jawaban untuk semua permasalahan? Tidak. Tapi dengan bisa mengidentifikasi masalah, kita sudah setengah jalan. Maka saya menantang kalian untuk mencari jawaban ini dan membantu kami,” lanjut Emil.

Pemerintah sendiri, sebut mantan Bupati Trenggalek itu, selama ini telah berusaha mencapai pembangunan berkelanjutan lewat regulasi, monitoring, dan penyediaan fasilitas. Lebih dari itu, pemerintah juga mengadakan sistem yang dapat membantu masyarakat.

“Bahkan saat saya masih jadi bupati, kami ada program memberikan insentif untuk anak-anak miskin yang mau masuk sekolah. Ini bukan mengajarkan malas, tapi mereka biasanya lebih memilih bekerja daripada sekolah,” tuturnya.

Emil mengatakan, jika setiap anak bisa mengenyam pendidikan, probabilitas mereka tinggi untuk mengubah hidup mereka dan keluarga menjadi lebih baik. Sebab, kesempatan akan lebih terbuka bagi mereka yang berpendidikan.

Lebih jauh, dirinya menjelaskan ada banyak hal yang dapat dilakukan generasi mudah untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Di antaranya adalah mengungkap isu korupsi, kekurangan sistem edukasi, dan menjadi pemimpin unik yang jujur.

Untuk mewujudkannya, dibutuhkan dukungan dari orang dewasa, orang tua, dan pemerintah. Tak hanya itu, mereka juga butuh riset sosial dan brand projects untuk kredibilitas.

“Berada di posisi saya sekarang ini saya sadar bahwa godaan untuk menyenangkan semua orang itu kuat, tapi tidak bisa kita lakukan jika ingin melakukan sesuatu yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Emil. (KN01)

Related posts

Semiparametrik Spline, Strategi Profesor ITS Tingkatkan Akurasi Pemodelan Regresi

kornus

Pendidikan Di Jatim Adalah Barometer Kesuksesan Pembangunan Di Indonesia

kornus

Gubernur Khofifah : Pasien Positif Covid-19 103 Orang, Sembuh 22 Orang Atau 21 %

kornus