KORAN NUSANTARA
indeks Jatim

KTT APEC DIharapkan Mampu Mendongkrak Ekspor dan Investasi di Jatim

Surabaya (KN) – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) yang akan berlangsung di Bali dan Di Jatim mulai 6-21 April 2013 diharapkan mampu mendongkrak ekspor dan investasi di kedua daerah tersebut.Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim, Budi Setiawan, dikantornya Jln Siwalan Kerto Surabaya, Jumat (5/4/2013) mengatakan, dengan dimasukannya Kota Surabaya dan Jatim sebagai salah satu tempat pertemuan KTT Apec setelah Bali diharapkan bisa mengambil kesempatan khususnya di sektor perdagangan dan investasi serta pariwisata.

Dengan pertemuan para pejabat tingkat tinggi anggota Apec di Surabaya, kata Budi, nantinya akan menghasilkan sebuah keputusan atau polese penting yang menyangkut masalah perdagangan/ekspor dan investasi yang saling menguntungkan. Tetapi yang tidak diharapkan dalam pertemuan ini adalah Jatim khususnya dan Indonesia umumnya yang jumlah penduduknya besar hanya dijadikan pasar potensial oleh sebagain negara anggota Apec.

Perlu diketahui Jatim saat ini pertumbuhan penduduknya dari kelas bawah menjadi kelas menengah lebih dari 63 persen dengan pertumbuhan ekonominya 7,27 persen pada 2012 sebagai pasar potensial produk-produk impor. Kalau hal ini sampai terjadi dampaknya pertemuan Apec menjadikan kerugian bagi Jatim.

Oleh sebab itu para delegasi dari Indonesia khusunya Jatim sebagai wakil negara harus bisa mengambil strategi polese dan bisa melobi yang bisa menguntungkan daerahnya. Oleh sebab itu Indonesia khusunya Prov Jatim agar bisa mengambil mampaat pada KTT Apec tersebut harus menurunkan jago-jago deplomasi berlapis dibidang ekonomin perdagangan dan pariwisata.

Contohnya Negara Jepang jika ada pertemuan sekelas KTT Apec menurunkan jago-jago lobi deplomasi berlapis-lapis. Yakni untuk sap pertama atau kelas yunior sebagai ujung tombak harus bisa membuka jalan untuk perdagangan kemudian di lapis kedua mematangkan dan sap terakhir harus bisa mengambil keuntungan bagi negaranya. Jadi untuk bisa mengambil keuntungan dalam pertemuan harus ada tiga trap atau sap yang harus disiapkan oleh Jatim.

Yang penting kata Budi, dalam pertemuan KTT APEC tersebut akan menggelar pertemuan The Second Senior Official Meeting (SOM2) dan Minister Responsible of Trade (MRT) di di hotel JW Marriot dan Sheraton diharapkan bisa membawa dampak positif bagi Jatim. Perwakilan Jatim sebagai dan tim perumus dari Kementerian Perdagangan RI harus tahu apa yang dibutuhkan anggota para anggota Apec. Dengan demikian bisa mengetahui pasar dan produk apa yang bisa diekspor ke negara-negara anggota Apec.

Sebagai tuan rumah Jatim berkesempatan untuk menggelar pameran produk-produk lokal yang berkualitas ekspor di sekitar pertemuan. Dengan diperkenalkannya produk-produk lokal furniture seperti perlengkapan rumah tangga, hedikraf, perhiasan, batik, bordir dan produk-produk meubel kepada delegasi siapa tahu ada yang tertarik sehingga terjadi transaksi. (yo)

 

Foto : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim, Budi Setiawan

Related posts

Gubernur Khofifah Komitmen Kembangkan Kompetensi dan Profesionalitas Widyaiswara Demi Wujudkan Smart ASN BerAKHLAK

kornus

Jebol Jeruji Penjara, 7 Tahanan di Aceh Kabur

redaksi

Komisi B Akan Mengewaluasi Rencana Kenaikan Restibusi IMB Yang Diajukan Pemkot

kornus