KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

KPK Tangkap Direktur Utama PT Wahana Adyawarna Terkait Pencucian Uang di MA

Jakarta, mediakorannusantisantara.com ,-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap Direktur Utama PT Wahana Adyawarna, Menas Erwin Djohansyah, dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di lingkungan Mahkamah Agung (MA).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi penangkapan yang dilakukan pada Rabu (24/9) di wilayah BSD, Banten. Budi menjelaskan bahwa Menas ditangkap karena sudah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan tanpa alasan yang jelas. Upaya paksa ini akhirnya terlaksana setelah sebelumnya KPK sudah berencana melakukannya sejak 12 Agustus 2025.

Nama Menas Erwin pertama kali mencuat dalam persidangan mantan Sekretaris MA, Hasbi Hasan, pada 5 Desember 2023. Dalam persidangan tersebut, jaksa mengungkapkan dugaan bahwa Hasbi Hasan menerima berbagai fasilitas mewah dari Menas, termasuk perjalanan wisata ke Bali, menginap di hotel, dan sewa apartemen senilai ratusan juta rupiah.

Fasilitas yang diberikan oleh Menas Erwin kepada Hasbi Hasan diduga sebagai imbalan agar Hasbi membantu mengurus perkara yang melibatkan perusahaannya di MA. Berikut adalah rincian fasilitas yang disebut dalam persidangan:

  • 5 April 2021: Fasilitas sewa satu unit apartemen di Frasers Recidance, Jakarta, senilai Rp210.100.000.
  • Waktu tidak disebutkan: Fasilitas menginap di The Hermitage Hotel Menteng, Jakarta, dengan total Rp240.544.400.
  • 21 November 2021: Fasilitas menginap di Novotel, Cikini, Jakarta, senilai Rp162.700.000.

Sebagai informasi tambahan, Hasbi Hasan telah divonis 6 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Ia terbukti menerima suap sebesar Rp3 miliar dari Heryanto Tanaka melalui Dadan Tri Yudianto, untuk mengurus gugatan perkara kepailitan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana di M ( wa/ar).

 

Related posts

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp 1 M untuk Renovasi CCWS dan Inkubasi Startup ITS

kornus

Gubernur Soekarwo Usulkan Pengajaran HTN dan HAN Subtansinya Tetap Satu Tak

kornus

Maruarar tanggapi Hasto yang ingin KPK periksa keluarga Jokowi