
Jakarta, mediakorannusantara.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan investigasi menyeluruh secara transparan dan segera mengumumkan hasil uji laboratorium terkait penyebab keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur.
“BGN wajib melakukan investigasi menyeluruh secara transparan dan segera mengumumkan hasil uji laboratorium terkait penyebab keracunan,” kata Wakil Ketua KPAI Jasra Putra di Jakarta pada hari Selasa, 8 April 2026.
Pihak KPAI juga meminta BGN untuk memastikan seluruh pengobatan dan biaya medis anak-anak yang menjadi korban dijamin dan ditanggung sepenuhnya.
Selain itu, KPAI meminta BGN mengevaluasi total sistem tata kelola, rantai pasok, dan standar penyimpanan di setiap Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) agar peristiwa serupa tidak terus berulang.
“BGN harus mendengarkan suara dan kekhawatiran anak serta orang tua. Pemulihan program harus berawal dari pelibatan perspektif penerima manfaat,” kata Jasra Putra.
Pascaterungkap kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan di sejumlah sekolah di Jakarta Timur pada hari Kamis, 2 April 2026, KPAI kemudian melakukan inspeksi mendadak ke SMUN 91 dan menjenguk anak-anak korban di RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur, pada hari Selasa, 8 April 2026.
Insiden ini mengakibatkan 72 siswa dari empat sekolah, yakni SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07 menjadi korban keracunan.
Saat ini, puluhan siswa tersebut tengah menjalani perawatan intensif di RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan RS Harum.(wa/ar)
