KORAN NUSANTARA
indeks Jatim

Kera Mengamuk Serang 23 Warga Enam Desa Di Kecamatan Taman Sidoarjo

Sidoarjo (KN) – Ketentraman warga di wilayah Kecamatan Taman, Sidoarjo terusik oleh seekor kera yang mengamuk membabi buta. Seorang warga Desa Beringin Bendo menjadi korban keganasan kera yang asal usulnya masih belum diketahui.

Muhammad Yusuf yang diserang pada Kamis (9/2), siang tercatat sebagai korban yang ke 23. Pria ini menderita luka di lengan kiri akibat gigitan kera di larikan ke RS Siti Khadijah. “Sesuai data di rumah sakit saya korban yang ke 23,” kata Muhammad Yusuf sambil menunjukan lukanya.

Pria berusia 43 tersebut lantas menceritakan kejadian yang menimpanya, saat itu dirinya sedang asyik tidur bersama anaknya yang baru berusia satu minggu di dalam kamar. Ketika di dalam kamar, awalnya tidak menyadari saat didekati seekor binatang

“Saya kira adalah tangan saudara ataupun istri yang sedang mengelus leher dan pipi. Apalagi, saat itu siang, waktunya untuk menjalankan sholat. Begitu saya bangun dan melihat ke belakang ternyata seekor kera,” tuturnya.

Melihat yang mengelus adalah kera, Yusuf langsung memukul si kera. Sempat terjadi perlawanan. “Saya takut sekali karena ada anak saya yang masih bayi,” katanya.

Ketika, keranya yang sudah pergi dari kamarnya, Yusuf teringat pada orangtuanya yang saat itu juga berada di dalam kamar yang lain. “Saya cari keranya dan mau masuk ke kamar ibu, langsung saja saya usir kembali dan keluar lewat pintu depan,” tandasnya.

Begitu keluar, dirinya langsung berteriak dan minta tolong, ternyata di depan rumahnya sudah banyak warga yang berkumpul. “Warga ada yang membawa tembak burung, senjata tajam mengejar kera yang larinya ke belakang rumah saya,” ungkap Yusuf.

Seperti diketahui, kera yang mengamuk di wilayah Kecamatan Taman, Sidoarjo itu sudah terjadi sejak Sabtu (4/2) lalu.

Sementara, beberapa petugas dari BKSDA maupun Kebun Bintang Surabaya datang untuk ikut memburu berdasarkan keterangan dan informasi warga. “Hingga kini saya masih belum tahu pasti jenisnya itu kera atau monyet,” kata Widodo, petugas BKSDA kepada wartawan.

Apalagi, kata Widodo, laporan yang diterima simpang siur. Ada yang menyebut tidak ada ekornya namun warga lain mengatakan melihat ada ekornya. “Kalau kera tidak ada ekornya, sedangkan monyet ekornya panjang. Dan penemuan di lokasi memang ada jejak menyerupai kera,” jelasnya.

Seperti diketahui, kera yang mengamuk itu telah membuat keresahan dan mengusik ketenangan warga lebih enam desa di Kecamatan Taman, Sidoarjo. (kar)

Foto : Ilustrasi kera mengamuk

Related posts

Saksikan Fire Power Demo di Lumajang Bersama Menhan RI, Pj Gubernur Adhy Karyono Puji Kekuatan Alutsista TNI AU

kornus

Pemerintah Tanggung 78 Persen Kenaikan iuran BPJS Kesehatan di Jember

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Gelar Produk UKM

kornus