KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Kasus SDN Gadel II, DPRD Beri Dukungan Moril Kepada AI dan Keluarganya

Masduki_Toha SDSurabaya (KN) – Komisi D DPRD Surabaya yang membidangi Kesejahteraan Masyarakat, memiliki perhatian yang sangat besar pada kemajuan pendidikan, khususnya di Surabaya.

Merasa sebagai wakil rakyat, Komisi D begitu bersemangat menyuarakan pentingnya pendidikan bagi masyarakat kota Surabaya, sehingga dunia pendidikan dipandang perlu mendapatkan perhatian secara serius dari semua kalangan.

Saat ini Komisi D tengah disibukkan dangan hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) di Surabaya, ternyata hasilnya masih kurang begitu bagus. Apalagi diperparah dengan mencuatnya kasus menyontek bersama (memberikan jawaban) di SDN Gadel II, Kecamatan Tandes, Surabaya

Untuk meraih nilai UASBN dan kelulusan, tentu semuanya harus didasarkan kejujuran. Itu urusan moral, sebab pendidikan tanpa menekan moral itu sangat berbahaya. Hal ini yang mendasari Komisi D DPRD Kota Surabaya melakukan mengusutan secara tuntas kasus tersebut.

Tiga anggota Komisi D DPRD Surabaya, diantaranya Masduki Toha, Junaedi serta Eddie Budi Prabowo, berkunjung ke rumah orang tua Al di Gadel Sari Barat, Surabaya beberapa waktu lalu. Al merupakan satu siswa yang disuruh memberi contekan ke seluruh temannya yang ada di kelas VI SDN Gadel 2 dengan harapan agar mereka semua lulus.

Kedatangan mereka ini selain bersilaturahmi, juga memberikan dukungan moril kepada Al dan keluarganya di Gadel Sari Barat, Kelurahan Karang Poh, Kecamatan Tandes. Pasca kejadian tersebut, keluarga Al tertekan akibat sorotan dan tekanan berbagai pihak terutama mereka yang tidak senang dengan mencuatnya kasus ini ke permukaan, bahkan keluarga AI sempat didemo oleh warga. Hal itu merupakan teror terhadap keluarga AI tengah menegakan kejujuran.

“Kami ke sini untuk memberikan dukungan moral terhadap Al. Kami tadi sempat berbicara dengan Al di kamarnya soal kasus nyontek berjamaah. Kami melihat Al sekarang ini menjadi tertekan karena beberapa pihak menyudutkannya. Dan kami meminta agar ada upaya pengamanan terhadap keluarga Al, terutama Al sendiri yang tertekan sehingga perlu adanya psikolog,” Kata Masduki Toha.

Masih kata Masduki, dalam pertemuan tersebut Al juga membeberkan apa yang sebenarnya terjadi. Diantaranya ia memang disuruh oleh guru memberikan contekan kepada temannya dengan alasan berbuat kebajikan dengan sesama temannya dan membalas bakti kepada gurunya.

“Kamu anak cerdas, kamu anak pandai, waktunya membantu teman-temanmu. Kalau tidak mau membantu, hidup kamu tidak akan sukses,” ujar Masduki menirukan keterangan AL saat dipanggil wali kelasnya.

Yang membuat wakil rakyat semakin meradang, ternyata orang tua A sendiri sudah melaporkan kasus ini ke permukaan tentang anaknya yang dijadikan objek contekan. “Ternyata pihak Dinas Pendidikan Pemerintah Kota (Dindik Pemkot) Surabaya ketika mendapatkan laporan itu tidak segera menindaklanjuti, tapi malah mengancam orang tua Al. Terus terang kami kecewa dengan sikap pejabat Dindik,” tandasnya. (anto/Adv)

Foto : Masduki Toha anggota Komisi D DPRD Surabaya

Related posts

KPK Periksa Politisi PDIP Nico Siahaan Terkait Kasus Pencucian Uang

redaksi

Cegah Peyebaran, Satgas Covid-19 Masif Rapid Test Pengendara di Pelabuhan Kamal Barat

kornus

Anggota DPR Ini Menilai Presidential Threshold Tidak Diskriminatif

Respati