Insidens kanker kolon dan rectum diindonesia cukup tinggi, demikian juga angka kematiannya. Secara statistic kanker kolon dan rectum menempati posisi ke 6 dari berbagai macam tumor. Insidens pada pria sebanding dengan wanita. Cenderung menyerang usia lebih muda. Sedangkan diamerika insidens kanker kolon dan rectum menempati urutan ke 3 penyebab utama kematian yang disebabkan oleh kanker. Insidens pada pria dan wanita 3 berbanding 1. Diperkirakan kematian akibat kanker kolon dan rectum diamerika mencapai 49.700 orang pada tahun 2015. Ada beberapa factor resiko dari kanker kolon dan rectum yang perlu kita hindari. Diantaranya : pola makan yang banyak mengandung daging merah seperti : daging sapi, babi, domba atau hati. Diet tinggi sayur, buah-buahan dan biji-bijian dapat menurunkan reiko kanker ini. Olah raga teratur menurunkan resiko kanker kolon rectal. Kegemukan, merokok dan minum alcohol juga meningkatkan resiko terkena kanker ini. Serta factor lain termasuk umur, riwayat keluarga yang menderita kanker kolon dan rectum.
Secara anatomi kolon dibagi 4 bagian : kolon ascenden, kolon tranversum, kolon desendens dan kolon rektosigmoid. Lokasi tersering terkena kanker kolon adalah dikolon rektosigmid (75%), kolon ascendens (10%). Gejala kanker kolon ascendens meliputi nyeri tumpul, teraba massa sebelah kanan bawah perut, anemia, sering diare dan BAB darah. Gejala tersebut bisa berlangsung berlangsung selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. Sedangkan gejala kanker rektosigmoid adalah sering mengeluh konstipasi, ukuran feses (kotoran) mengecil. Apabila terdapat gejala tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnose tersebut. Pemeriksaan tersebut meliputi colok dubur, foto kolon dengan barium / kontras ganda, CT-Scan dan tentunya patologi anatomi. Dengan pemeriksaan diatas dokter bisa menentukan stadium dan derajat kanker kolon dan rectum penderita. Serta menentukan terapi yang diambil. Baik berupa pembedahan, kempterapi dan radioterapi.
Meskipun kita tidak mengetahui secara pasti penyebab kanker kolon dan rectum, kita masih sangat mungkin untuk mencegahnya. Diantaranya hendaknya kita sering melakukan screening apabila kita mengalami gangguan kebiasaan BAB. Selain itu jika memiliki keluarga yang menderita kanker kolon dan rectum, hendaknya kita konsultasi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan genetic yang berhubungan dengan kanker kolon dan rectum. Serta yang tidak kalah penting adalah membiasakan diri hidup sehat. Olah raga dan makan makanan yang mengandung banyak serat. Menurut international journal of cancer seseorang yang mengkonsusi makanan hewani memiliki 4 kali lebih tinggi terkena kanker kolon dan rektum daripada mereka yang mengkonsumsi makanan nabati. Bahkan beberapa journal menyimpulan bahwa seorang vegetarian memiliki resiko yang rendah untuk terkena kanker kolon dan rektum.***
(Penulis : dr.Fatony Widianto)
