KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Kacau, Sekretariat DPRD Surabaya Hanya Menuruti Satu Pimpinan

safakSurabaya (KN) – Suasana di lingkungan DPRD runyam. pasalnya, Sekretariat Dewan (Setwan) di DPRD Surabaya yang seharusnya berada di posisi netral dalam menangani hal-hal di lingkungan dewan. Namun kenyataannya, Setwan masih dianggap belum bisa menempatkan posisinya.Setwan menurut Wakil Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf, justru membela salah satu kepentingan anggota, bukan berdasar kelembagaan. Hal ini tentu saja terkait dengan wewenang Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana yang dianggap terlalu memonopoli.
Padahal, kata Musyafak, ke-50 anggota dewan itu dipilih atas suara rakyat, bukan dipilih atas penunjukan satu orang pimpinan. Di DPRD Surabaya itu juga terdiri dari banyak partai, bukan hanya satu partai saja. Dalam hal ini, Setwan harus netral berada di tengah-tengah.
“Karena itu, dengan posisi tersebut, seharusnya Setwan itu netral, bukan malah manut atau patuh pada satu pimpinan saja. Jika ini diteruskan, suasana kondusif DPRD Surabaya, bakal terganggu,  ujar Musyafak Rouf, Jumat (22/7).
Dia mencotohkan tentang tidak netralnya Setwan, seperti dalam hal pengajuan kegiatan oleh anggota. Jika ada yang mengajukan suatu kegiatan, karena pimpinan tak berkenan, Setwan malah manut alias menuruti kehendak pimpinan dengan tidak membuatkan surat tugasnya. Namun jika pimpinan memiliki satu kebijakan yang merugikan banyak anggota, Setwan juga menurutinya.
“Ini kan bukti jika Setwan itu tak netral. Dengan kondisi inipun, saya berhak menggunakan hak veto saya sebagai pimpinan. Karena itu Sekretaris DPRD tak pernah definitif, karena dalam hal persetujuan dengan penandatanganan penunjukan, tidak pernah saya lakukan. Beda kalau Setwan itu netral, maka kita juga bersedia menandatangani persetujuan definitif,” tegas Musyafak. (Jack)

Foto : Musyafak Rouf Wakil Ketua DPRD Surabaya

Related posts

Danrem 081 Berikan Jam Komandan Kepada Anggotanya

kornus

Naskah Soal Ujian Nasional Untuk SMA Di Jatim Mulai Didistribusikan

kornus

Kasus Dana Hibah Berlanjut, Radar Kejaksaan Mengarah Ke Anggota Dewan

kornus