
SURABAYA, mediakorannusantara.com – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur mencetak puluhan juru sembelih halal profesional melalui pelatihan dan uji kompetensi di Surabaya guna memperkuat sektor hulu industri halal serta memenuhi kebutuhan tenaga penyembelih bersertifikat yang masih terbatas nasional.
Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) ISNU Jawa Timur, Muhammad Dawud, menjelaskan dalam keterangan di Surabaya pada Senin, 4 Mei 2026, bahwa pihaknya menjaring para peserta dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur untuk keperluan mendapatkan juru sembelih halal yang profesional.
Muhammad Dawud bersyukur karena oleh para asesor BNSP para peserta dinyatakan kompeten dalam kegiatan tersebut.
Sebanyak 35 pengurus PW dan Pengurus Cabang (PC) ISNU se-Jawa Timur mengikuti pelatihan dan uji kompetensi juru sembelih halal selama dua hari pada Sabtu dan Minggu, 2-3 Mei 2026, bertempat di Surabaya Suites Hotel.
Para peserta mendapatkan pembekalan materi penyembelihan hewan sesuai syariat dan standar teknis, serta melakukan praktik penyembelihan langsung di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian Surabaya.
Muhammad Dawud menjelaskan bahwa kebutuhan nasional terhadap juru sembelih halal tersertifikasi saat ini mencapai puluhan ribu orang.
Namun, jumlah tenaga kompeten yang tersedia hingga kini masih terbatas, padahal kehalalan produk pangan hewani sangat ditentukan pada proses penyembelihan.
Menurut Muhammad Dawud, sertifikasi halal produk pangan tidak hanya bergantung pada proses produksi, tetapi juga pada tata cara penyembelihan yang sesuai syariat dan standar teknis.
Karena itu, ISNU Jawa Timur berupaya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang jaminan produk halal.
Salah satu narasumber kegiatan, KH Ma’ruf Khozin, menyambut baik langkah ISNU Jawa Timur dalam memperkuat peran organisasi di mata rantai industri halal.
Menurut KH Ma’ruf Khozin, warga Nahdlatul Ulama (NU) perlu terlibat aktif dalam industri halal, termasuk pada sektor hulu penyediaan bahan pangan hewani.
“ISNU bisa menggapai kepada lapisan masyarakat yang paling bawah yang kebanyakan warga Nahdliyin. Sehingga masyarakat tidak ragu lagi terhadap daging-daging dan ayam yang dijual di pasar terkait kehalalannya,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Suramadu tersebut.
KH Ma’ruf Khozin menilai ISNU tidak dapat hanya bergerak di bidang dakwah dan pendidikan, tetapi juga perlu masuk dalam rantai nilai industri halal secara profesional dan sistematis.
Sebelumnya, ISNU Jawa Timur telah mendampingi pelaku usaha mikro dan kecil memperoleh sekitar 200 ribu sertifikat halal melalui Lembaga Solusi Halal (LSH) ISNU yang menjadi Pendamping Proses Produk Halal (P3H) resmi.
Kini, ISNU Jawa Timur memperkuat kapasitas sektor hulu melalui pencetakan juru sembelih halal tersertifikasi sebagai mata rantai awal industri halal.(wa/ar)
