KORAN NUSANTARA
Hallo Nusantara Headline indeks

Idul Fitri, Kita Kembali Kepada Fitrah Kesucian Sebagai Manusia

Gus AntoTinggal beberapa hari lagi, Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) tiba. Pada saatnya nanti suara bedug bertalu-talu mengiringi suara takbir, tahlil, dan tahmid di setiap mesjid. Semua khususnya bagi kaum muslimin berbahagia dan bergembira menyambut datangnya Idul fitri, 1 Syawal 1435 Hijriah.Saat Idul Fitri umat Islam kembali kepada fitrah kesuciannya sebagai manusia, setelah menjalani ujian fisik dan mental selama sebulan penuh, melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Rhamadhan. Setiap muslim merasakan kebahagiaan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Tentunya pada hari raya ini kita umat muslim akan memperoleh dua kebahagiaan sekaligus.

Pertama, bahagia karena telah dapat melaksanakan tugas kewajiban agama yakni melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh. Puasa dalam arti fisik dan mental. Kedua, bahagia karena kita rasakan ada perubahan yang sangat berarti dengan kondisi jiwa kaum muslim yang semakin baik. Pada saat melaksanakan ibadah puasa pun kita umat muslim merasakan ketenangan dan ketenteraman hati yang luar biasa, bahkan mungkin yang belum pernah kita rasakan sebelumnya.

Tentu kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa apabila kita melaksanakan ibadah sebagai tugas setiap muslim dengan sungguh-sungguh dan didasari niat yang ikhlas, kita bukan hanya memperoleh pahala dan kebahagiaan di hari akhir nanti, tetapi dapat kita rasakan manfaatnya sekarang juga di alam dunia ini, walau mungkin bukan dalam bentuk materi.

Ketika mendengar kata Idul Fitri, tentu dalam benak setiap orang yang ada adalah kebahagiaan dan kemenangan. Dimana pada hari itu, semua manusia merasa gembira dan senang karena telah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh.

Dalam Idul Fitri juga ditandai dengan adanya ”mudik (pulang kampung)” yang notabene hanya ada di Indonesia. Selain itu, Hari Raya Idul Fitri juga kerap ditandai dengan hampir 90 persen mereka memakai sesuatu yang baru, mulai dari pakaian baru, sepatu baru, sepeda baru, mobil baru, atau bahkan istri baru (bagi yang baru menikah maksudnya…). Maklum saja karena perputaran uang terbesar ada pada saat Lebaran. Kalau sudah demikian, bagaimana sebenarnya makna dari Idul Fitri itu sendiri. Apakah Idul Fitri cukup ditandai dengan sesuatu yang baru, atau dengan mudik untuk bersilaturrahim kepada sanak saudara dan kerabat dikampung halaman tanah kelahiran?.

Idul Fitri, suatu hari raya yang dirayakan setelah umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh. Dinamakan Idul Fitri karena manusia pada hari itu laksana seorang bayi yang baru keluar dari dalam kandungan yang tidak mempunyai dosa dan salah.

Idul Fitri juga diartikan dengan kembali ke fitrah (awal kejadian). Dalam arti mulai hari itu dan seterusnya, diharapkan kita semua kembali pada fitrah.***

Related posts

Setelah Menghapus Restribusi Izin Reklame Damija, Pemkot Akan Menyiasati Sewakan Lahan Rumija Untuk Reklame

kornus

UPT Koperasi dan UKM Jatim Menggelar Pelatihan Permodalan dan Perhitungan SHU

kornus

Gubernur Soekarwo: Program Pemprov Tak Bisa Berjalan Tanpa Bantuan TNI Polri

kornus