KORAN NUSANTARA
Hankam indeks Surabaya

HTI Surabaya Unjuk Rasa di Depan Gedung Grahadi Kecam Kunjungan Hillary Clinton

Surabaya (KN) – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Surabaya mengecam kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton, ke Indonesia. Merka melakukan aksi unjuk rasa karena ‘mencium’ kedatangan Hillary Clinton membawa misi kepentingan AS.

“Hillary pasti tidak akan ke Indonesia dengan cuma-cuma, pasti ada maunya terkait kepentingan AS,” kata Fikri Zudiar, salah satu orator dalam orasinya di depan gedung Grahadi Jl Gubernur Suryo Surabaya, Selasa (4/9).

Fikri menjelaskan bahwa kedatangan Hillary terkait dengan pembangunan gedung baru kedubes AS di Jakarta. Gedung tersebut rencananya akan mempunyai 10 lantai, diantaranya gedung parkir, gedung penunjang, ruang tunggu konsuler, tiga pintu gerbang dan restorasi sebuah gedung bersejarah. Gedung itu akan mempunyai ruang kerja seluas 36 ribu meter persegi.

Jika jadi dibangun, kedubes itu akan menjadi kedubes ketiga terbesar setelah Irak dan Pakistan. Proyek senilai Rp 4,2 triliun ini direncanakan akan selesai dalam waktu 5 tahun. Kedatangan Hillary juga terkait dengan kepentingan Freeport,” tambah Fikri.

Fikri menjelaskan, Hillary akan meminta kepada pemerintah Indonesia untuk memperpanjang kontrak hingga 2041. Dalam kontrak karya generasi kedua yang dimulai tahun 1991, batas kontrak eksplorasi adalah 2021. Sebelum kontrak itu habis, Freeport ingin memperpanjangnya lagi hingga 2041. Pasalnya, Freeport telah menemukan kandungan emas yang lebih banyak lagi di luar area kerja mereka yang sekarang sudah mencapai puncak Soekarno. Kandungan emas itu diperkirakan lebih besar dibandingkan dengan kandungan emas di area yang mereka eksplorasi sekarang.

Karena itu, HTI Surabaya menyatakan menolak kunjungan Hillary ke Indonesia, menolak pembangunan gedung kedubes yang baru, menolak rencana perpanjangn kontrak Freeport dan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berjuang bersama demi tegaknya kembali syariah dan khilafah. (nug)

 

Foto : masa HTI Surabaya unjuk rasa di depan gedung Grahadi

Related posts

Kementerian BUMN Apresiasi PLN Sukses Berdayakan 1.122 UMKM di Lampung

kornus

Sungai Kalimas, Potensi Wisata Romantis

kornus

Nogogeni ITS Kembali Juarai Kontes Mobil Hemat Energi

kornus