
Nganjuk, mediakorannusantara.com ‘Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan penekanan khusus mengenai peran vital operator data dalam memperbarui data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar bantuan sosial tepat sasaran. Saat melakukan kunjungan kerja di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 1 Maret 2026, pria yang akrab disapa Gus Ipul ini meminta para operator untuk memprioritaskan warga di lapisan paling bawah dalam proses input data. “Ini tolong diingat-ingat. Semua operator, bela yang paling bawah. Bukan membela yang di tengah tapi dibela yang paling bawah. Paling bawah ini harus dibela. Operator, input itu input yang paling bawah dulu,” tegasnya.
Kebijakan ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pembelaan terhadap masyarakat yang tersisih atau the invisible people yang belum tersentuh proses pembangunan. Di hadapan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta relawan sosial di Kabupaten Nganjuk, Gus Ipul mengingatkan bahwa mereka adalah tangan negara yang bertugas menjaga keseimbangan sosial. Ia merincikan strategi pemerintah dengan menyatakan, “Asal tahu dan sadari betul pendamping-pendamping PKH salah satunya, disamping TKSK dan pilar sosial lain. Itu adalah tangan negara untuk membantu dan membela mereka yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Ini policy Bapak Presiden, yang atas dijaga, yang tengah difasilitasi, yang bawah dibela.“
Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kini menjadi rujukan utama bagi penyaluran bantuan sosial. Mengingat sifat data yang sangat dinamis, Gus Ipul menekankan pentingnya pemutakhiran yang dilakukan secara berkelanjutan. Fenomena sosial seperti kelahiran, kematian, pernikahan, hingga perubahan status ekonomi masyarakat terjadi setiap hari, sehingga validasi data tidak boleh berhenti. “Karena setiap hari ada yang meninggal, setiap hari ada yang lahir, setiap hari ada yang pindah tempat, setiap hari ada yang menikah, setiap hari ada yang naik kelas, setiap hari ada yang turun kelas,” ujar Gus Ipul menjelaskan urgensi kolaborasi antara pusat dan daerah dalam mengelola DTSEN yang diampu oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyambut baik kehadiran Menteri Sosial dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk terus bersinergi. Ia menilai semangat kepedulian terhadap rakyat kecil yang diusung Kemensos sejalan dengan jiwa kepemimpinan Presiden. “Kemensos Selalu Ada tagline-nya, ini sama seperti kalau Pak Presiden pidato, bahwa jiwaku adalah marhaen, berarti Pak Presiden itu jiwanya marhaen banget, peduli terhadap orang-orang kecil,” kata Djumadi. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Nganjuk ini ditutup dengan penyerahan santunan kepada 10 anak yatim sebagai bentuk nyata kepedulian sosial.( wa/ja)
