KORAN NUSANTARA
indeks Nasional

Guna Menghindari Punglu, Calon Jemaah Haji Diminta Tak Menyetor Uang Yang Tak Jelas Keperluanya

Jakarta (KN) – Calon jemaah haji diminta tak menyetor uang untuk keperluan yang tidak jelas guna menghindari pungli.Setorang uang untuk pos yang tak jelas harus dihindari sebab rawan terjadi tindak pungli. Peringatan ini diberikan oleh Ketua Ikatan Persaudaraan Haji (IPH) Kurdi Mustofa. “Calon jemaah haji tak boleh diam saja bila ada tarikan di luar pos yang ditentukan,” katanya.

Potensi pungli tersebut bisa saja terjadi jika ada oknum yang ikut bermain dalam kebijakan waiting list. Dengan ongkos tertentu dijanjikan bisa segera berangkat untuk mengisi kursi yang kosong. Sampai saat ini memang belum ada laporan terkait hal itu, namun calon jemaah haji diminta berhati hati.

Selain hal itu, pungli juga bisa tumbuh melalui tarikan biaya zakat, infaq dan sedekah (ZIS). “Untuk tarikan ZIS ini pemerintah diminta memberikan penjelasan secara transparan terkait penggunaan dana yang sudah dipungut dari para calon jemaah haji,” katanya.

Pengurusan paspor juga rawan dijadikan alat pungli. Pengurusan paspor ini sudah masuk pembiayaan yang harus ditanggung pemerintah. Makanya jika calon jemaah haji masih ditarik biaya untuk ongkos paspor jelas itu merupakan bentuk pungli.
Biaya transport dari daerah menuju embarkasi juga sudah ditanggung pemerintah. Misalnya calon jemaah haji dari Banyuwangi tak perlu lagi membayar transport ketika menuju embarkasi Surabaya sebab biaya transport sudah ditanggung.

Sekditjen PHU Kemenag, Cepi Supriatna mengatakan pihaknya masih belum menerima pengaduan adanya pungli yang dilakukan oknum Depag. Menurutnya, Kemenag menggratiskan biaya buku manasik atau bimbingan haji. Selain itu juga pelaksanaan 15 kali manasik yang dilakukan Kemenag juga tak dipungut biaya. “Semua biaya manasik Kemenag gratis,” katanya.(red)

 

Foto : Ilustrasi jamaah haji

Related posts

Jembatan Putus, 3 Desa di Situbondo Terisolasi

redaksi

Menkes minta Rumah Sakit BLU jangan berorientasi keuntungan

Gubernur Soekarwo: Likuiditas Bank Jatim harus Bertambah Hingga Rp 1 Triliun

kornus