KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Gubernur Jatim Khofifah Dorong Kerja Sama Antar Daerah dan Swasembada Gula Lewat Inovasi Desa

Gubernur Jawa Timur Khofifah saat menghadiri kegiatan Opening Ceremony dan Inovasi Desa The 6 yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur di Royal Plaza Surabaya, Kamis (29/5/2025).

Surabaya (mediakorannusantara.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendorong penguatan kerja sama antar daerah dan antar pasar melalui ajang Pameran Kampung Kreasi (PAKASI) Tahun 2025.

Hal ini disampaikan Gubernur Khofifah saat menghadiri kegiatan Opening Ceremony dan Inovasi Desa The 6 yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur di Royal Plaza Surabaya, Kamis (29/5/2025).

Kegiatan bertajuk “Opening Ceremony dan Inovasi Desa The 6″ ini menampilkan berbagai produk unggulan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama (BUMDesma) se-Jawa Timur.

“Kita menikmati produksi masing-masing Bumdesa, maupun Bumdesma, harapan kita antar ini bisa saling diskusi, bisa saling mencari informasi, saling membuka ruang pasar masing-masing. Sangat dimungkinkan produk tertentu dibutuhkan di daerah lain,” ujar Gubernur Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini mencontohkan pentingnya kolaborasi antar wilayah dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi komoditas strategis.

“Jadi kerjasama antar daerah ini dulu juga program BI (Bank Indonesia), bagaimana membangun kerjasama antar daerah ini bisa lebih produktif lagi,” katanya.

Misalnya, Gubernur Khofifah mencontohkan terkait jagung untuk pakan ayam. Dimana harga jagung di Lamongan pernah cenderung lebih rendah, dibandingkan dengan di Blitar. Maka kerjasama antar daerah dinilainya menjadi sangat penting.

“Itu antar kabupaten. Tapi di Surabaya ini harga cabe misalnya di antara pasar A dan pasar B itu harganya bisa sampai beda Rp9000 per kilo. Artinya, kerjasama antar pasar ini juga penting,” jelasnya.

Untuk itu, Gubernur Khofifah berharap selama tiga hari pelaksanaan PAKASI 2025, para pelaku usaha desa bisa saling berbagi pengalaman dan menghasilkan inovasi baru untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

“Nah, mereka bisa mendiskusikan banyak hal, kan ini 3 hari mereka berproses mudah-mudahan nilai tambah yang terus lebih baik lebih baik, inovasi demi inovasi, kreativitas demi kreativitas bisa terus mereka bangun,” imbuhnya.

Terkait target swasembada gula yang sempat ia singgung dalam sambutan pembukaan, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa hal itu merupakan bagian dari strategi nasional yang tengah didorong bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan BUMN sektor gula.

“Kalau itu saya mendiskusikan dengan Dirut SGN Sinergi Gula Nusantara, saya mendiskusikan dengan Pak Mentan, itung-itungan dengan luas lahan yang ada, dengan berbagai inovasi di Pabrik Gula (PG) – Pabrik Gula (PG). Kalau misalnya klaster KUR, klaster tebu ini bisa masif dengan bibit yang tersedia, tebu yang sudah mulai banyak ditanam di Jawa Timur itu tingginya 5 meter, setiap 1 meter itu setengah kilo gula, 1 meter itu ekuivalen dengan setengah kilo gula. Jadi 1 pohon berarti dua setengah kilo gula,” terang dia.

Gubernur Khofifah bahkan merinci potensi hasil tebu per meter lahan yang bisa menghasilkan puluhan kilogram gula dengan teknik dan pembiayaan yang tepat.

“1 meter itu bisa 13 pohon, berarti 1 meter itu bisa 32,5 kilo gula. Nah, KUR klaster tebu sudah disiapkan baik melalui himbara maupun Bank Pembangunan Daerah,” paparnya.

Saat ini, Khofifah memastikan Pemerintah Provinsi Jatim terus mendorong petani tebu untuk memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus klaster tebu agar produktivitas bisa ditingkatkan secara signifikan.

“Jadi sekarang bagaimana di antara petani tebu bisa mengakses KUR klaster tebu sebanyak mungkin. Kemudian off taker yang nggak kalah pentingnya, BG PG-nya itu bisa menyerap tebu dari produktivitas yang meningkat ini. Itu itung-itungannya terang,” pungkas dia. (KN01)

Related posts

Berperan Dalam Aksi Kemanusiaan di Papua, Satgas Yonif 126/KC Terima Penghargaan Dari PMI Jayapura

kornus

153 PNS Eks Napi Korupsi Dari Berbagai Daerah Belum Diberhentikan

kornus

Jawab Pertanyaan Panelis Dalam Debat Pilgub, Risma Angkat Pentingnya Pendidikan Karakter

kornus