Surabaya (KN) – Kabar gembira bagi para Guru Tidak Tetap (GTT). Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Kemendiknas, para guru berpeluang diangkat menjadi guru tetap asalkan dapat memenuhi kuota jam mengajar yang telah ditentukan.Ketua Komisi DPRD Surabaya, Baktiono menyatakan, potensi para GTT untuk diangkat menjadai guru tetap sebenarnya cukup terbuka lebar. Dimana mereka hanya disyaratkan mengajar selama 24 jam dalam satu pekan. “Kalau melihat edaran itu, para GTT sebenarnya memiliki peluang yang cukup besar,” kata Baktiono, Rabu (25/12/2013).
Sayangnya, kesempatan besar itu kemungkinan dapat hilang merujuk banyaknya warga yang saat ini beramai-ramai ingin mendaftar sebagai GTT. Disinyalir banyaknya warga yang ingin menjadi guru tidak tetap lantaran pemerintah kota (Pemkot) Surabaya telah menetapkan gaji GTT setara Upah minimum kota (UMK).
Akibatnya kesempatan para GTT untuk menambah jam mengajar agar mencukupi 24 jam dalam satu pekan menjadi sulit. “Berdasarkan laporan yang saya terima dari sejumlah masyarakat, saat ini banyak Kepala sekolah yang berlombah-lombah mendaftarkan sanak familinya sebagai GTT. Itu semenjak GTT mendapatkan gaji sesuai UMK,” sesalnya.
Atas kondisi tersebut, politisi PDIP ini mengingatkan jika ada guru yang masuk menjadi GTT di atas bulan Juni 2012 harus menjadi tanggung jawab kepala sekolah yang bersangkutan.
“Semenjak gaji GTT sesuai UMK, saat ini banyak ditemui kepala sekolah yang nakal. Dimana mereka berlombah-lombah memasukan sanak familinya menjadi guru tidak tetap. Itu yang saya sesalkan,” tandasnya.
Disinggung soal nasib GTT yang kemungkinan gagal diangkat menjadi guru tetap, pria berkacamata mata ini meminta agara mereka tidak khawatir. Sebab berdasarkan koordinasi yang ia lakukan dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Komisi D telah meminta agar gaji GTT dinaikan lima persen dari umk yang telah ditetapkan beberapa saat yang lalu.
Baktiono mengatakan, guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. “Jadi, saya ingin pemerintah kota juga mulai memperhatikan kesejahteraan para guru,” ingat Baktiono. (anto)
Foto : Baktiono, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya
