KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Gelar Reses di Wilayah Kelurahan Kertajaya Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso Tampung Aspirasi Warga Soal Penyempurnaan Program MBG

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso.

Surabaya (mediakorannusantara.com) – Anggota DPRD Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso menyerap sejumlah aspirasi masyarakat saat menggelar reses di RW 7 Pucangan, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Selasa (28/7/2026). Dalam dialog tersebut, warga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus menyampaikan sejumlah masukan agar manfaat program tersebut dapat dirasakan lebih optimal.

Anggota DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso saat menggelar reses di RW 7 Pucangan, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Selasa (28/7/2026). 

Cahyo mengatakan, masyarakat menilai Program MBG merupakan langkah positif untuk mendukung tumbuh kembang anak. Namun, menurutnya, masih terdapat beberapa hal yang perlu disempurnakan, terutama terkait mekanisme pembagian makanan berdasarkan kelompok usia penerima.

“Kita reses di wilayah RW 7 Pucangan dan kita mendengar banyak masukan aspirasi dari masyarakat. Dimana salah satunya bagaimana mereka berpandangan bahwa program MBG ini adalah satu program yang sangat baik bagi kepentingan investasi masa depan anak-anak kita,” ujar Cahyo ditemui usai reses.

Ia menjelaskan, warga menilai kualitas menu, kemasan, hingga ketepatan waktu distribusi makanan sudah berjalan dengan baik. Meski demikian, masyarakat mengusulkan adanya standar operasional prosedur (SOP) yang lebih rinci agar pembagian makanan tidak hanya dibedakan berdasarkan porsi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan gizi sesuai kelompok usia.

“Tetapi tentu perlu banyak penyempurnaan. Salah satunya tadi misalnya disampaikan menunya sudah bagus, pelaksanaannya, packaging-nya sudah bagus, pelaksanaannya tepat waktu, tetapi perlu ada SOP baru terkait pemilahan antara untuk balita dengan anak kecil ataupun anak dewasa,” katanya.

Menurut Cahyo, hingga saat ini pembagian makanan masih mengacu pada porsi berdasarkan jenjang pendidikan.

“Karena hari ini setahu saya memang baru SOP-nya adalah pembagian secara porsi. Porsi kecil untuk anak balita sampai kelas 2 SD, dan porsi dewasa kelas 3 sampai SMA,” kata politisi dari Partai Gerindra tersebut.

Masukan tersebut, lanjut Cahyo, akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN), koordinator wilayah di Kota Surabaya maupun Provinsi Jawa Timur, serta pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program di lapangan.

“Tentu ini akan kita sempurnakan, akan kami sampaikan kepada BGN ataupun Korwil di Kota Surabaya ataupun Provinsi Jawa Timur agar ini bisa menjadi evaluasi termasuk juga mungkin pihak SPPG yang memberikan pelayanan kepada wilayah ini, agar program yang penuh manfaat dan kebaikan ini betul-betul berdampak optimal untuk pertumbuhan dan peningkatan gizi dari anak-anak kita, seperti itu,” tuturnya.

Selain membahas Program MBG, Cahyo juga menyinggung perkembangan pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Surabaya. Ia mengatakan, proses pembentukan koperasi masih berlangsung dan baru sebagian yang mulai beroperasi.

“Kalau untuk koperasi setahu saya di Surabaya masih dalam proses ya. Ada sekitar 20 titik koperasi yang sedang dalam proses pembangunan, ataupun ada 3 atau 5 yang sudah berjalan,” kata dia.

Menurut Cahyo, keberadaan Koperasi Merah Putih diharapkan dapat berkembang lebih luas di Kota Surabaya sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan hingga tingkat kelurahan.

Ia menilai, penguatan koperasi perlu dibarengi dengan kolaborasi bersama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta toko kelontong agar tercipta ekosistem ekonomi yang saling mendukung.

“Tentu harapan kami ini bisa berjalan masif ya di Kota Surabaya karena koperasi ini bisa menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang ada di wilayah kelurahan masing-masing ada di Kota Surabaya,” kata dia.

Cahyo menambahkan, sinergi antara koperasi, UMKM lokal, dan toko kelontong menjadi salah satu kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada kebijakan dari atas, tetapi juga tumbuh dari kekuatan masyarakat di tingkat bawah.

“Saling bersinergi agar ini saling menguatkan dan kita berharap ekonomi itu tidak hanya tumbuh dari atas ke bawah atau top down tetapi bottom up,” imbuhnya.

Ia menilai, pertumbuhan ekonomi yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat akan mendorong terciptanya pemerataan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan ekonomi.

“Dengan adanya kebersamaan peningkatan ekonomi dari atas dan bawah insyaallah kita bisa menghasilkan perekonomian yang berkeadilan, bukan yang ekonomi maju tapi terjadi disparitas,” jelasnya.

Cahyo menegaskan bahwa gagasan tersebut sejalan dengan arahan yang kerap disampaikan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Ini yang sedang dilakukan oleh beliau. Salah satu gagasan adalah koperasi agar ekonomi ini betul-betul meningkat secara inklusif, secara berkeadilan bukan hanya satu pihak, satu kelompok, tapi semuanya bisa naik kelas,” pungkas dia. (KN01)

Related posts

Bulan Bakti Dua Dekade Partai Demokrat, Anggota DPR RI William Wandik Gelar Serbuan Vaksin Covid-19 di Papua

kornus

Komisi E DPRD Jawa Timur Monitoring Program Jatim Cerdas di SMAN 2 Ngawi

kornus

Buka Rakernas Korpri, Jokowi Minta ASN Lebih Dekat dengan Masyarakat

redaksi