KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Gelar Jumpa Pers di Ruangan Ketua Dewan, WW Diausir Anggota Fraksi Demokrat

Surabaya (KN) – Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana alias WW, yang telah diberhentikan dari kedudukanya sebagai Ketua dan anggota DPRD Surabaya oleh Gubernur, Jumat (19/4/2013), usai sholat Jumat datang ke gedung dewan. Suasana di DPRD Surabaya pun menjadi tegas, WW langsung menuju ruangannya untuk melakukan jumpa pers.Saat WW  menggelar jumpa pers di ruangan ruangan ketua dewan itu, anggota Fraksi Demokrat Surabaya Mochammad Anwar, juga mengikuti acara tersebut. Begitu juga dengan para pendukung WW dan beberapa petugas kepolisian, memenuhi ruangan Ketua dewan.

Dalam jumpa pers dengan wartawan itu, WW menegaskan bahwa dirinya masih sah sebagai Ketua DPRD Surabaya. Sesuai surat keputusan Gubernur WW yang telah dicopot kedudukanya sebagai anggota dan ketua DPRD itu menyebutkan, apa yang dilakukan Gubernur Jatim Soekarwo mengeluarkan surat keputusan pemberhentian antar waktu itu salah besar. Menurut dia, konsideran yang dipakai gubernur juga cacat.

Seperti SK gubernur yang mengacu surat DPC Partai Demokrat Surabaya. Menurut WW, dalam surat DPC Partai Demokrat Surabaya mengusulkan pergantian antar waktu, sementara dalam SK Gubernur Jatim disebutkan pemberhentian antar waktu. Menurut dia, pemberhentian dan pergantian antar waktu itu berbeda dan itu diatur dalam UU Pemilu.

“Itu sudah cacat, konsiderannya melanggar UU Partai Politik, PP 16/2010 dilanggar. Tidak ada gubernur dalam pemberhentian itu mem-by pass aturan. Dalam aturannya, surat itu harus ditindaklanjuti selama tujuh hari di DPRD, tujuh hari di Walikota dan tujuh hari di gubernur. Seharusnya selama 21 hari, barulah dilakukan pengeluaran surat tersebut, tepatnya pada 22 April 2013,” tegas WW.

Usai WW, membeberkan sanggahannya kepada wartawan, anggota Fraksi Demokrat Mchammad  Anwar pun langsung bersuara lantang. Anwar meminta Wishnu legowo dan segera meninggalkan gedung dewan karena sudah dipecat.

“Semua bohong, bohong. Kamu (WW, red) itu sekarang ikut partai apa? Ini penghianatan partai,” teriak Anwar memecah keheningan wartawan di ruangan yang mendengarkan keterangan WW, Jumat (19/04/2013).

Mendengar teriakan M Anwar, pendukung WW pun emosi. Menggunakan bahasa suatu daerah, mereka marah-marah. Bahkan ada yang menantang duel Anwar. “Saya H Umar Sakerah, tak takut dengan Anwar. Saya siap mati, kalau mengerahkan preman, saya siap menghadapinya seorang diri,” ujar Umar dengan logat daerahnya yang kental.

Petugas kepolisian baik yang berpakaian preman maupun berseragam lengkap, dibantu Pamdal DPRD Surabaya, dengan sigap menjaga Anwar. Pendukung WW yang dianggap tak memiliki kepentingan pada acara itu diminta petugas keluar dari ruangan.

Sementara Anwar dan pendukung WW tak menghiraukan hal itu dan tetap saling adu mulut. Anwar emosi lantaran WW yang sudah dipecat partainya dan dipecat gubernur dari DPRD Surabaya, tetap bertahan. Bahkan pendukung WW ada yang berteriak, siapa saja yang menghalangi WW, akan berhadapan dengan pendukungnya.

Dalam insiden itu sempat terjadi adu dorong antara pendukung WW dan petugas keamanan dewan. Tak lama kemudian petugas kepolisian dari Polsek Genteng tiba.

Wishnu Wardhana yang tetap menduduki kursi ketua dewan itu lantas meninggalkan gedung dewan dengan pengawalan polisi. (anto)

 

Foto : Wishnu wardhana (WW) dikawal petugas saat keluar meninggalkan gedung DPRD Surabaya

Related posts

Kebanyakan Provinsi Hadapi Potensi Hujan lebat dan angin kencang

Semen Indonesia Bantu Pendidikan Warga Sekitar Pabrik di Rembang

kornus

Panglima TNI Gelar Video Conference dengan Pangkotama TNI Wilayah Jawa Timur

kornus