Surabaya (KN) – Ekowisata Mangrove di Wonorejo, Rungkut, Surabaya menjadi salah satu wakil Indonesia sebagai contoh kawasan mangrove. Kawasan itu akan masuk dalam proyek Mangrove Ecosystem Conservation ang Sustainable Use (MECS) yang dikerjakan Kementerian Kehutanan RI dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Proyek MECS ini sudah berjalan dua kali. Pada kerjasama pertama dilakukan pada 1991-1999 dan pada kerjasama kedua dilakukan pada 2011-2014. Untuk kerjasama kedua ini, durasinya lebih pendek karena hanya selama tiga tahun saja. MECS ini tak bisa dianggap remeh karena ini merupakan sebuah pembelajaran terkait konservasi mangrove dan pemanfaatannya di negara ASEAN.
“Selain Surabaya ada Kota Balikpapan, Kalimantan Timur yang juga memiliki kawasan konservasi mangrove. Mangrove di dua kota ini menjadi peran penting dalam pengelolaan kawasan pesisir,” ujar Kepala Dinas Pertanian Surabaya Samsul Arifin, kepada wartawan, Sabtu, (25/2).
Sementara itu Kasi Kehutanan Suzy Irawati Fauziah menjelaskan, dalam proyek ini akan ada dua workshop di masing-masing kota. Workshop tersebut akan diikuti 13 peserta dari Surabaya dan tujuh peserta dari Balikpapan. Para peserta terdiri dari petugas dari berbagai instansi yang terkait dengan konservasi dan pengelolaan mangrove serta praktisi, khususnya yang berkecimpung dalam konservasi mangrove minimal lima tahun.
Samsul berharap melalui workshop ini, para peserta dapat saling bertukar ide dan memperoleh informasi melalui forum diskusi, presentasi, dan kunjungan ke lapangan. “Kami juga ingin memanfaatkan moment ini sebagai persiapan pelaksanaan workshop tingkat ASEAN pada November 2012 mendatang,” kata Samsul. (anto/Jack)
Foto
