KORAN NUSANTARA
Headline indeks Surabaya

Dewan Minta Fasum Fasos Dimanfaatkan Sesuai Peruntukan

Agus SudarsonoSurabaya (KN) – Kalangan DPRD Kota Surabaya meminta agar keberadaan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) dimanfaatkan sesuai peruntukan. Pemkot perlu memantau fasum fasos perumahan yang seharusnya sudah diserahkan oleh pengembang namun belum juga diserahkan.

Agus Sudarsono, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya mengatakan agar fasum fasos tetap sesuai dengan peruntukannya maka semua pihak perlu melakukan pengawasan. Termasuk dari kalangan warga diminta turut memantau agar tidak ada alih fungsi fasum fasos.

“Agar fasum fasos sesuai peruntukan maka harus dimanfaatkan bukan untuk kegiatan lain. Kita yang ada di dewan siap menerima pengaduan warga jika ada pengaliha  fasum fasos tidak seperti peruntukkannya,” ujar Agus Sudarsono, Senin (3/6/2013).

Pihaknya mengaku sudah meminta agar Pemkot Surabaya melakukan pendataan fasum fasos. Termasuk mana yang sudah diserahkan dan mana fasum fasos yang masih dikuasai pengembang.

Sedangkan terkait adanya tarik ulur peruntukan fasum fasos di Perum Nirwana Eksekutif, Wonorejo, Rungkut, dimana ada warga yang meminta dibangun tempat ibadah dan ada yang meminta dibangun bosem,  Agus Sudarsono menyarankan agar dilihat kembali fungsi awal fasum fasos.

“Kalau memang salah satunya untuk tempat ibadah ya tidak apa-apa. Dan warga yang meminta dibangunkan bosem kalau saya menyarankan lebih baik langsung mengajukan ke Pemkot saja,” terang politisi asal Partai Golkar Surabaya ini.

Untuk membangun bosem, diakui ada persyaratan luasan lahan yang memadai. Termasuk keberadaan bosem harus terkoneksi dengan jaringan saluran air.
“Tujuannya jangan sampai pembangunan bosem itu malah nanti fungsinya jadi kolam. Untuk membangun bosem juga perlu kajian agar nantinya fungsinya benar-bernar bisa mengurangi banjir,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kalangan dewan kerap mendapatkan keluhan terkait keberadaan fasum fasos. Ada yang fasum fasos beralih fungsi, hingga dimanfaatkan tidak sesuai peruntukan. Beberapa kali dewan juga mengundang pihak eksekutif untuk mencari solusi dari persoalan pengaduan warga tentang fasum fasos tersebut. (anto) 

Related posts

BNPT Optimalkan Deradikalisasi lewat Pengelolaan Kebun Tebu

Puluhan Armada Damkar dan DLH  Surabaya Dikerahkan untuk Atasi Genangan di Beberapa Kawasan

kornus

Patroli Gabungan Digelar Setiap Malam di Surabaya, Kelompok Remaja Bersajam Sudah Tak Bermunculan

kornus