KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline hukum kriminal Nasional

Bea Cukai Luncurkan Kampanye STOP-CEK-LAPOR Usai Terima 7.219 Laporan Penipuan

Jakarta, mediakorannusantara.com- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melaporkan telah menerima 7.219 laporan penipuan yang mengatasnamakan institusi tersebut hingga November 2025. Dari total tersebut, 2.751 laporan di antaranya mengakibatkan kerugian materi bagi korban.

​Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, mengungkapkan bahwa 61,8 persen dari kasus penipuan ini berlatar belakang transaksi belanja daring (online). Modus yang digunakan semakin canggih, seringkali memanfaatkan faktor psikologis korban melalui intimidasi paket tertahan, denda mendadak, hingga penyamaran sebagai petugas resmi.

​Rendahnya literasi kepabeanan menjadi faktor utama yang membuat masyarakat rentan menjadi korban. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat perlu bekal pemahaman yang lebih jelas tentang alur kepabeanan,” ujar Nirwala dalam taklimat media di Jakarta, Rabu.

​Tangkal Penipuan dengan “STOP-CEK-LAPOR”

​Merespons lonjakan kasus, DJBC meluncurkan kampanye edukasi publik nasional bertajuk “STOP-CEK-LAPOR” untuk memberdayakan masyarakat. Kampanye ini hadir untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan dan membantu masyarakat mengidentifikasi tanda-tanda penipuan sejak awal.

​Tiga langkah sederhana dalam kampanye ini adalah:

  • ​STOP: Tenang dan berhenti sejenak sebelum merespons pesan mencurigakan, mengklik tautan, atau melakukan transfer.
  • ​CEK: Verifikasi informasi melalui kanal resmi Bea Cukai: Bravo Bea Cukai 1500225, situs beacukai.go.id, atau akun media sosial resmi.
  • ​LAPOR: Segera laporkan upaya penipuan melalui kanal pengaduan terintegrasi Bea Cukai, atau melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) jika sudah terjadi kerugian.

​Peringatan Penting Bea Cukai

​Nirwala menekankan dua hal penting yang perlu diketahui masyarakat:

​”Bea Cukai tidak pernah meminta pembayaran melalui rekening pribadi. Jika ada pihak yang mengaku petugas Bea Cukai meminta pembayaran lewat pesan dan rekening pribadi, itu sudah pasti penipuan.”

 

​Selain itu, DJBC juga meluncurkan Laman AmanBersama di http://www.beacukai.go.id/amanbersama. Laman ini berfungsi sebagai pusat informasi modus penipuan terbaru, tutorial cek dan lapor, serta kanal pelaporan yang terintegrasi.

​Kampanye ini juga didukung melalui kerja sama lintas instansi, termasuk OJK melalui IASC, POLRI, dan pemangku kepentingan terkait, untuk memastikan pesan pencegahan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

​”Dengan kampanye STOP-CEK-LAPOR dan laman AmanBersama, kami berkomitmen memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi masyarakat. Mari bersama membangun ruang digital yang lebih aman!” tutup Nirwala. ( wa/ar)

Related posts

Danpom Koopsud II Hadiri Upacara Pembukaan Operasi Gaktib dan Yustisi TA 2025

kornus

Kasad Resmikan Rutan supermaximum security di Pomdam Siliwangi

Pemkot Surabaya Buka Taman Suroboyo saat Malam Pergantian Tahun

kornus