KORAN NUSANTARA
Headline Nasional

Anak Krakatau Erupsi, Wisatawan dihimbau tidak mendekat Radius 2 KM

Bandar Lampung, mediakorannusantara.com – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami erupsi dan menyemburkan kolom abu setinggi 1.000 meter pada Selasa pukul 06.51 WIB menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Dalam siaran persnya PVMBG menyatakan mengamati adanya kolom abu tebal berwarna kelabu hingga hitam dengan tinggi 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 1.157 meter di atas permukaan laut saat gunung itu meletus. Kolom abu itu condong ke arah selatan.
Seismogram merekam erupsi dengan amplitudo maksimum 41 mm dan durasi 1 menit 33 detik.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan, Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 41 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 33 detik. Tidak terdengar suara dentuman,” kata Kasbani Selasa 31/12. Kasbani mengimbau masyarakat atau wisatawan untuk tidak mendekati wilayah dengan radius jarak 2 kilometer dari kawah. Dia juga menegaskan bahwa erupsi ini tidak berpengaruh terhadap penerbangan.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada status level II atau waspada. Tingkat aktivitas level II (waspada) Gunung Anak Krakatau sejak 25 Maret 2019. Gunung setinggi 157 meter di atas permukaan laut ini mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2018.
Kemudian diikuti rangkaian erupsi pada periode September 2018 hingga Februari 2019. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 13 November 2019 menghasilkan tinggi kolom erupsi 200 meter. Warna kolom abu teramati putih hingga hitam. (wan/an)

Related posts

Gubes ITS Gagas Pengolahan Bijih Nikel Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

kornus

Data Scientist adalah Profesi Menjanjikan di Era Digital

kornus

Tim KDOL Latgab TNI Terjun Memasuki Daerah Musuh Dengan Infiltrasi

kornus