Surabaya (KN) – Guna mengurangi kemacetan di jalan raya, PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) selaku operator Tol Surabaya – Mojokerto (Sumo) terus melakukan pembenahan, yaitu salah satunya dengan membuka jalur dari Ahmad Yani Surabaya, Perak dan Porong.“Permohonan izin yang kita kirim ke Kementerian Perhubungan untuk membuka akses ke Jl A Yani sudah dibalas dan surat keputusan tersebut turun pada Minggu (15/4) lalu, dan sekarang masyarakat sudah bisa melawati jalur tersebut,” ujar Direktur Marga Nudjyasumo Agung (MNA), Edwin Cahyadi saat di kantornya, Senin (23/4).
Ia menjelaskan, kendaraan dari arah Tanjung Perak yang hendak turun di Bundaran Waru lanjut ke Jl A Yani, sebelumnya masih ditutup dan sekarang sudah bisa dilewati. Begitu juga arus dari Porong di akses yang hanya tertulis jurusan Juanda sekarang sudah bisa dilalui.
“Kalau ada pengguna jalan tol yang bingung, kemungkinan dia salah masuk di jalur Tol Sumo. Kalau dia mau turun Waru, mestinya dia keluar di off reem tol-nya Jasa Marga,” ujarnya.
Terkait soal pembebasan lahan Tol Sumo mulai di seksi IA dari Surabaya sampai sesi IV Mojokerto yang akan digunakan untuk jalur bebas hambatan saat ini tanah yang belum dibebaskan tinggal 46 persen.
“Saat ini tanah yang belum dibebaskan yakni di sekitar wilayah Gresik yang menuju ke Surabaya, dan Kami mohon TPT dan P2T mempercepat pembebasan lahan,” ujarnya.
Menurutnya, masalah pembebasan lahan bukan merupakan domainnya, karena pihak MNA disini hanya melaksanakan konstruksinya. “Apabila semua pembebasan tanah sudah selesai pada Maret 2012 maka pembangunan Tol Sumo ini akan selesai pada Maret 2014,” jelasnya.
Ia menjelaskan, jalan tol Sumo terdiri dari lima seksi, yaitu Seksi IA (Waru – Sepanjang) dengan jarak 2,3 kilometer, Seksi IB (Sepanjang – Western Ring Road, WRR) dengan jarak 4,3 kilometer, Seksi II (WRR – Driyorejo) dengan jarak 5,1 kilometer, Seksi III (Driyorejo-Krian) dengan jarak 6,1 kilometer, dan Seksi IV (Krian-Mojokerto) sepanjang 18,47 kilometer. Pembangunan yang sudah rampung baru di seksi IA.
Seperti diketahui, Tol sepanjang 36,27 kilometer itu dibangun dengan nilai investasi Rp 3,2 triliun dimiliki PT Jasa Marga (55 persen), PT Wijaya Karya (20 persen), dan Moeladi (25 persen). Pembangunan Sumo ini melewati empat Kabupaten/Kota, yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto. Pembangunannya dimulai sejak 2006 dengan investasi Rp 3,2 triliun. Untuk pendanaan telah diperolah dari sindikasi bank yang terdiri dari bank BNI, Bank BRI, dan Bank Bukopin pada 24 Januari 2007. (ms)
