
Jakarta,mediakorannusantara.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) segera merespons tingginya permintaan tenaga kerja dari negara-negara Eropa dengan fokus pada peningkatan kualitas dan daya saing Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyatakan langkah ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai kebutuhan tenaga kerja Indonesia di Eropa. Menurut Presiden Prabowo, para pemimpin Eropa secara langsung meminta pekerja Indonesia karena dikenal memiliki sifat ramah, tabah, dan sopan.
“Presiden Prabowo telah membuka pintu lebar bagi rakyat Indonesia. Negara-negara Eropa sedang membutuhkan tenaga kerja kita karena sifat ramah, tabah, dan sopan yang menjadi ciri khas bangsa kita,” kata Menteri P2MI.
Penguatan Keterampilan dan Koordinasi
P2MI mencatat PMI dengan keahlian teknis tinggi sangat diminati, seperti ahli las, tenaga perhotelan profesional, serta pekerja terampil di bidang manufaktur dan infrastruktur. Peluang besar juga terbuka di sektor kesehatan, khususnya sebagai perawat dan caregiver lansia.
Untuk itu, P2MI akan menyusun peta jalan penempatan, termasuk:
Pelatihan bahasa asing
Sertifikasi keterampilan khusus
Kementerian P2MI akan berkoordinasi dengan kementerian lain, seperti Kementerian Kesehatan untuk sertifikasi caregiver, dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk pelatihan ahli las dan perhotelan.
“Targetnya, ribuan pekerja terlatih dari berbagai sektor siap diberangkatkan dalam waktu dekat,” ujar Mukhtarudin. Ia menambahkan bahwa penempatan PMI ke luar negeri juga menjadi solusi strategis untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan remitansi.
Peluang Emas dari Presiden
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan di Sidang Kabinet Paripurna bahwa para pemimpin Eropa memintanya mengirimkan pekerja dari Indonesia.
“Kepala-kepala negara, pemerintahan dari Eropa tanya ke saya, can you send? Hotel-hotel mereka sekarang tidak ada yang kerja, restoran-restoran mereka kewalahan, rakyat mereka tidak mau bekerja sebagai pelayan,” kata Prabowo.
Presiden menekankan bahwa rakyat Indonesia memiliki kesempatan besar mengisi sektor-sektor tersebut. “Rakyat kita terkenal tabah dan sopan. Mereka minta, jadi kita harus siapkan ke situ,” tutup Presiden RI.
