Surabaya (KN) – Guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih signifikan, Pemprov Jatim terus memberikan prioritas untuk perbaikan infrastruktur jalan. Tahun 2013 ini, melalui dana APBD Jatim dialokasikan dana sebesar Rp 678,692 miliar. Selain itu ditambah anggaran dari DAK (dana alokasi khusus) melalui APBN 2013 sebesar Rp 23,1 miliar, sehingga total dana perbaikan jalan provinsi Jatim kini mencapai Rp 601,792 miliar.
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan Dinas PU Bina Marga Jatim, I Made Sukartha Selasa (22/1)mengatakan, dana tahun ini sedikit meningkat dibanding 2012 lalu yakni sebesar Rp 568,63 miliar. “Walaupun dana meningkat ditambah DAK, jumlah yang dialokasikan tahun ini sebenarnya belum cukup untuk menjadikan jalan provinsi sepanjang 1.760,912 KM jadi baik atau kondisi mantap,” katanya.
Menurut dia, untuk menjadikan seluruh jalan provinsi Jatim mantap, maka dibutuhkan dana Rp 1,6 triliun. Dana ideal itu merupakan hasil perhitungan pemeliharaan kondisi jalan yang bervariasi. Saat ini jalan provinsi dengan kondisi baik yakni sepanjang 649,85 KM, kondisi sedang 859,79 KM, rusak ringan 211,57 KM, dan rusak berat 39,7 KM.
Untuk pemeliharaan jalan yang kondisi baik diperlukan dana Rp 50 juta/KM, kodnisi sedang butuh Rp 80 juta/KM, kondisi rusak ringan butuh 150 juta/KM, dan kondisi rusak berat perlu dana Rp 300 juta /KM. Sehingga dari perhitungan total, dana yang dibutuhkan sebenarnya masih perlu Rp 1,6 triliun.
Namun dengan keterbatasan dana APBD Jatim ditambah dana DAK dari APBN, maka pihaknya hanya mengoptimalkan kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan jalan yang menjadi prioritas. “Jalan dengan kondisi rusak berat akan jadi prioritas untuk diperbaiki dan dana sisanya untuk perbaikan jalan rusak ringan dan pemeliharaan jalan kondisi sedang dan baik,” katanya.
Dari total sekitar Rp 601 miliar itu, lanjut Made, pihaknya telah mengalokasikan dana peningkatan jalan sepanjang 67,245 KM sebesar Rp Rp 214, 907 miliar. Selian itu dialokasikan untuk pembangunan dua jembatan dengan total Rp 11,5 miliar. Dua jembatan itu yakni Jembatan Cumpleng (Ponorogo-Pacitan) sepanjang 20 meter dengan alokasi dana Rp 3 miliar dan Jembatan Kademangan (Bondowoso) sepanjang 40 meter dengan alokasi dana Rp 8,5 miliar.
Dialokasikan pula dana untuk pekerjaan rehabilitas dan pemeliharaan jalan sebesar Rp 127,718 miliar, rehabilitasi jembatan sebesar Rp 10,144 miliar, pemeliharaan ringan jembatan Rp 3,245 miliar, dan pemeliharaan bangunan penunjang Rp 3,735 miliar.
Kemudian dialokasikan pula untuk perencanaan dan pengawassan serat supervisi Rp 12,65 miliar, kegiatan penunjang termasuk pengadaan alat dan monitoring evaluasi Rp 50,38 miliar, serta gaji pegawai Rp 121,214 miliar. (rif)
fOTO : iLUSTRASI PERBAIKAN JALAN
