KORAN NUSANTARA
hukum kriminal indeks

Amankan Natal dan Tahun Baru Polrestabes Siagakan 2.965 Personel

Surabaya (KN) – Menyambut Natal dan Tahun Baru 2013, aparat keamanan di Surabaya tak mau kecolongan dari ancaman teror. Guna mengantisipasi hal itu, sebanyak 25 pos pengamanan disebar di wilayah Surabaya dan sekitar 5.000 personel gabungan Polri, TNI, POM TNI, Satpol PP disiagakan.

“Yang terlibat pengamanan dan kesiagaan kita selama Natal dan Tahun Baru, ada dari Kepolisian, Korem, Gartap, POM TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, PMI, Pramuka dan pemadam kebakaran (PMK),” kata Kapolrestabes Surabaya saat dihubungi wartawan, Senin (24/12).

Kombes Pol Tri Maryanto menerangkan, sebanyak 2.965 personel pengamanan yang disiapkan. Dari unsur kepolisian sebanyak 2.545 dan sisanya dari unsur terkait seperti TNI, Garnisun Tetap (Gartap) hingga Satpol PP.

“Kita juga menyiapkan 25 pos. 23 pos masing-masing dari Polsek dan dua pos yang digelar Polrestabes di kawasan Kedung Cowek dan Taman Bungkul. Setiap pos terdiri dari 79 personel gabungan,” terangnya.

“Sasaran operasi ini adalah mengenai kecelakaan, kemacetan dan kriminalitas,” tambahnya.

Kombes Pol Tri Maryanto menegaskan, setiap 100 meter dari pos pengamanan, harus steril dan aman. “Betapa lucunya kalau sekitar 50 meter ada kejadian kriminal, betapa lucunya sekitar 100 meter ada kejadian tapi polisinya nggak tahu. Itu artinya mereka hanya duduk-duduk saja, padahal itu tanggungjawab setiap pos,” katanya.

Ia menegaskan, selain berjaga di pos, setiap petugas baik yang berpakaian dinas maupun preman untuk melakukan patroli menggunakan mobil maupun motor. Tujuannya, untuk melaksanakan tugas sesuai sasaran operasi.

Ia menambahkan, kekuatan pengamanan tersebut masih bisa dicover sekitar 2.700 personel gabungan dari Polrestabes Surabaya dan seluruh Polsek jajaran. “Petugas yang di luar masih bisa dicover separuh kekuatan kita ada 2.700 personel,” katanya.

Kapolrestabes juga memerintahkan agar setiap Polsek hanya terdapat 6 petugas terdiri dari bagian pelayanan hingga penjagaan tahanan. Namun, piket fungsi dari Intel maupun Reskrim menempati pos yang telah dibuat sesuai dengan pemetaan yang diatur masing-masing Kapolsek.

“Kalau ada kejadian, perwira pengawas tinggal telepon saja. Selain melakukan menjaga juga dilakukan pencegahan. Supaya tidak liar, tidak boleh ada anggota yang duduk-duduk di warung sampai 5 anggota. Kapolsek dan wakapolsek juga piket 24 jam secara bergantian supaya bisa mengawasinya,” jelasnya.

Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti menambahkan, personel yang dikerahkan itu merupakan pasukan gabungan. Itu terdiri dari Sat Brimobda Polda Jatim, Polrestabes Surabaya dan instansi samping.

“Pasukan itu ada yang ditempatkan di titik-titik potensi rawan dan ada juga yang mobile selama 24 jam dengan bergantian shift. Sejak 22 Desember 2012 sampai 2 Januari 2013, pasukan itu dikerahkan di seluruh wilayah Kota Surabaya,” tandasnya.

Yang jelas, tak hanya kawasan rawan. “Yang jadi fokus adalah antisipasi ancaman berupa teror, serta minimalisasi tindak kejahatan pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor. Semua pihak di Surabaya berharap, situasi dan kondisi Kota Surabaya selama Natal dan Tahun Baru, selalu kondusif. Polisi hanya menginginkan situasi Kamtibmas yang aman untuk warga Surabaya,” terang Kompol Suparti. (wan)

Related posts

Anggota DPRD Kota Surabaya Dorong Langkah Menteri ATR/BPN Tuntaskan Konflik Tanah Warga Perak Surabaya

kornus

Kemendagri Dalami Dugaan Penjualan Empat Pulau di Anambas Lewat Situs Asing

Pemkot Beri Apresiasi Kader Posdaya Melalui Surabaya Gender Award

kornus