Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – Pimpinan DPRD Jatim mengapresiasi langkah tanggap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang langsung melantik sejumlah pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemprov Jatim untuk mengisi kekosongan jabatan kepala dinas, kepala biro maupun badan yang masih dijabat Plt, kendati DPRD Jatim harus bersuara lantang terlebih dulu untuk mendesak gubernur untuk segera mengisi pejabat definitif di OPD Pemprov Jatim tersebut.
Kusnadi, selaku ketua DPRD Jatim menyatakan bahwa hal itu terjadi lantaran ada komunikasi yang tersumbat sehingga perlu segera diperbaiki bersama. “Pertemuan ini untuk mencairkan komunikasi yang tersumbat tersebut,” katanya usai menggelar rapat tertutup dengan Gubernur Khofifah bersama perwakilan BPK RI di Jatim di gedung DPRD Jatim, Rabu (28/7/2021).
Dalam pertemuan itu, kata Kusnadi, Gubernur Jatim juga menjelaskan bahwa assesment yang dilakukan oleh tim seleksi sejatinya sudah tuntas pada Juni lalu. Hanya saja ada pro kontra terkait mekanisme pelantikan harus dihadiri yang bersangkutan karena ada penandatanganan pakta integritas. Padahal situasinya masih pandemi Covid-19 sehingga diupayakan dengan virtual dan perwakilan yang hadir.
“Awalnya direncanakan pada awal Juli 2021 karena masih ada sejumlah pejabat yang terpapar Covid. Namun pemerintah tiba-tiba memberlakukan PPKM Darurat sehingga terpaksa diundur lagi,” beber Kusnadi.
Kendati demikian, pihaknya mendorong agar kepala OPD yang masih kosong segera diisi. Seperti Dinas Kesehatan, Biro Ekonomi, Biro Pemerintahan, Asisten I dan II, Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Cipta Karya, Dinas Peternakan, Biro AP, dan Biro Perekonomian karena semua jabatan itu penting.
“Kita tadi sudah sampaikan kepada beliau (gubernur). Semua itu jabatan vital tapi ya tinggal bagaimana gubernur nanti dan kita juga tidak berharap harus cepat-cepat diangkat sehingga asal terisi tanpa mempertimbangkan kapasitas pejabat tersebut memenuhi atau tidak,” ungkap Kusnadi.
Senada, wakil ketua DPRD Jatim Anwar Sadad menambahkan bahwa pertemuan tadi lebih sebagai “ice breaking” untuk memecah kebuntuan komunikasi antara Kepala Daerah dan DPRD Jatim. Sebab di saat pandemi ini kan masing-masing sibuk dengan tugas masing-masing.
“DPRD sibuk turun ke masyarakat, mengadakan baksos, dan lain-lain. Kepala daerah dan aparat birokrasi juga sibuk memastikan bahwa di masa pandemi ini semuanya berjalan baik,” kata Anwar Sadad.
Nah, di tengah-tengah itu banyak informasi yang butuh konfirmasi langsung dari Kepala Daerah. Misalnya soal jumlah pasien yang meninggal, yang dirawat, juga soal bansos, insentif nakes, dan lain-lain,” terang politikus asal Partai Gerindra.
Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parwansa ketika ditanya masih ada beberapa OPD yang masih kosong? “Khan ada timsel ketuanya itu Pak Nuh, jadi sampeyan tanya ke Prof Muh Nuh. Meskipun rotasi itu ada tim panselnya,” kata Khofifah sengkat.
Kemudian ketika kembali ditanya soal pejabat yang ditempatkan sebagai Kepala Bappeda Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah enggan memberikan penjelasan dan buru-buru menuju mobil dinasnya. (KN01)
Foto : Ketua DPRD Jatim Kusnadi bersama Gubernur Khofifah dan Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjutak usai rapat tertutup, Rabu (28/7/2021).
