KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Wujudkan Bangsa yang Solid dan Produktif Tanpa Hoaks

Surabaya (MediaKoranNusantara.com)  – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak segenap masyarakat untuk terus menguatkan kesadaran bersama untuk melawan hoaks. Penguatan itu diharapkannya mampu mendorong terwujudnya bangsa yang solid dan produktif. Seruan tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Halaqoh dan Sillaturrahim Muslimat NU di Gedung Zaitun Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu (16/3/2019).Selain mengancam integrasi bangsa, menurutnya hoaks sangat berbahaya karena di dalamnya ada keinginan untuk saling menjatuhkan. “Ayo kita buat bangsa ini produktif dan solid. Saya yakin bangsa ini tetap bisa membangun persaudaraan dengan baik tanpa adanya berita hoaks,” kata Gubernur Khofifah.

Untuk itu, ia mengajak ibu-ibu yang tergabung dalam Muslimat NU untuk bersama-sama dengan pemerintah menjaga integrasi bangsa dari bahaya berita hoaks, fitnah dan ghibah yang mampu memecah belah bangsa.

“Hari ini kita berkumpul menjadi satu kesatuan tidak hanya dari wilayah tapi juga dari cabang Muslimat. Saya ingin mengajak ibu-ibu mari kita jaga Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Kita bangun bangsa dengan semangat saling menghormati satu kelompok dengan kelompok lain. Toleransi harus dibangun dengan baik,” kata Gubernur Khofifah yang juga Ketua PP Muslimat NU ini.

Menurutnya, pencanangan deklarasi anti hoaks pada hari ini menjadi bagian dari kesepakatan nasional yang dideklarasikan di Gelora Bung Karno Jakarta pada 27 Januari lalu. Kemudian diikuti dengan penandatanganan MoU dengan Menkominfo dan pencanangan gerakan anti hoaks yang telah dilaksanakan minggu lalu di Nganjuk.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengatakan, sosialisasi anti hoaks bersama Muslimat NU ini sejalan dengan langkah membangun kerjasama yang kuat (strong partnership) serta kemitraan dengan pemerintah dalam menangkal berita hoaks di masyarakat.

“Langkah ini menjadi sangat penting apalagi ketika kemarin kita menemukan ada ibu-ibu di Jawa Barat yang door to door menyampaikan sesuatu yg tidak sebenarnya, dan banyak yang percaya. Ini harus kita cegah,” tegasnya.

Di akhir, Gubernur Khofifah mengingatkan pentingnya menyaring informasi sebelum menyebarluaskannya. “Mari tabayyun sebelum kita memviralkan suatu informasi,” pungkasnya.

Dalam Halaqoh yang dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang Muslimat NU se-Pulau Jawa dan sekitarnya, serta pengurus Ranting Muslimat NU se-Jatim ini juga diisi dengan Deklarasi Anti Hoaks, Fitnah dan Ghibah. Dimana ibu-ibu anggota Muslimat menyatakan komitmenya untuk tidak menyebarkan berita-berita palsu atau hoaks. Serta, menyaring informasi yang diperoleh sebelum menyebarluaskannya. (KN01)

Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak segenap masyarakat untuk terus menguatkan kesadaran bersama untuk melawan hoaks. Penguatan itu diharapkannya mampu mendorong terwujudnya bangsa yang solid dan produktif. Seruan tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Halaqoh dan Sillaturrahim Muslimat NU di Gedung Zaitun Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu (16/3/2019).

Selain mengancam integrasi bangsa, menurutnya hoaks sangat berbahaya karena di dalamnya ada keinginan untuk saling menjatuhkan. “Ayo kita buat bangsa ini produktif dan solid. Saya yakin bangsa ini tetap bisa membangun persaudaraan dengan baik tanpa adanya berita hoaks,” kata Gubernur Khofifah.

Untuk itu, ia mengajak ibu-ibu yang tergabung dalam Muslimat NU untuk bersama-sama dengan pemerintah menjaga integrasi bangsa dari bahaya berita hoaks, fitnah dan ghibah yang mampu memecah belah bangsa.

“Hari ini kita berkumpul menjadi satu kesatuan tidak hanya dari wilayah tapi juga dari cabang Muslimat. Saya ingin mengajak ibu-ibu mari kita jaga Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Kita bangun bangsa dengan semangat saling menghormati satu kelompok dengan kelompok lain. Toleransi harus dibangun dengan baik,” kata Gubernur Khofifah yang juga Ketua PP Muslimat NU ini.

Menurutnya, pencanangan deklarasi anti hoaks pada hari ini menjadi bagian dari kesepakatan nasional yang dideklarasikan di Gelora Bung Karno Jakarta pada 27 Januari lalu. Kemudian diikuti dengan penandatanganan MoU dengan Menkominfo dan pencanangan gerakan anti hoaks yang telah dilaksanakan minggu lalu di Nganjuk.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengatakan, sosialisasi anti hoaks bersama Muslimat NU ini sejalan dengan langkah membangun kerjasama yang kuat (strong partnership) serta kemitraan dengan pemerintah dalam menangkal berita hoaks di masyarakat.

“Langkah ini menjadi sangat penting apalagi ketika kemarin kita menemukan ada ibu-ibu di Jawa Barat yang door to door menyampaikan sesuatu yg tidak sebenarnya, dan banyak yang percaya. Ini harus kita cegah,” tegasnya.

Di akhir, Gubernur Khofifah mengingatkan pentingnya menyaring informasi sebelum menyebarluaskannya. “Mari tabayyun sebelum kita memviralkan suatu informasi,” pungkasnya.

Dalam Halaqoh yang dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang Muslimat NU se-Pulau Jawa dan sekitarnya, serta pengurus Ranting Muslimat NU se-Jatim ini juga diisi dengan Deklarasi Anti Hoaks, Fitnah dan Ghibah. Dimana ibu-ibu anggota Muslimat menyatakan komitmenya untuk tidak menyebarkan berita-berita palsu atau hoaks. Serta, menyaring informasi yang diperoleh sebelum menyebarluaskannya. (KN01)

 

Foto : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Berikan Sambutan Pada Acara Pembukaan Halaqoh dan Silaturahhim Muslimat NU di Asrama Haji Surabaya

 

Related posts

Luhut Minta Lansia 60 Tahun keatas Tak Keluar Rumah Sebulan ke Depan

Pemprov Jatim Akan Tinjau Kembali Sertifikat Pulau Galang

kornus

Pemkot Surabaya Kukuhkan 97 Anggota Paskibraka 2025, Wali Kota Eri Titip Pesan Pancasila

kornus